Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Ratusan Siswa Ramaikan Festival Permainan Rakyat

BANDUNG – Ratusan siswa-siswi dari berbagai tingkat pendidikan meramaikan Festival Permainan Rakyat Jawa Barat. Kegiatan yang diadakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat ini diselenggarakan di Teater Tertutup Taman Budaya, Kota Bandung, 25-26 Juni 2025.

Festival dibuka secara resmi oleh Kadisparbud Jabar Iendra Sofyan. Menurutnya kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pemajuan kebudayaan daerah.

“Permainan rakyat tidak hanya dijadikan perlombaan atau festival saja, tapi juga harus bisa menjadi atraksi seni yang dapat dibawakan dalam sebuah karya. Semoga setelah ini, permainan rakyat dapat dipraktekkan anak-anak di sekolah dan lingkungannya masing-masing sebagai salah satu jalan untuk melestarikan budaya daerah yang kita miliki,” kata Iendra.

Berita Lainnya  GCI Soroti Dugaan Pengaturan Proyek Pokir di Dinas Pertanian Karawang

Tema kegiatan ini adalah ‘Masyarakat Jawa Barat Istimewa, Mengenal dan Mencintai Budayanya’. Pada hari pertama, sebanyak 12 kabupaten/kota tampil secara bergantian membawakan atraksi permainan rakyat yang dikolaborasikan dengan seni kreasi pertunjukan.

Dihari kedua ada 15 kabupaten/kota yang dijadwalkan beraksi di atas panggung. Nantinya delapan peserta terbaik akan dipilih untuk mendapatkan penghargaan apresiasi.

Selain siswa-siswi, festival juga menarik perhatian masyarakat umum. Bahkan sejumlah WNA turut hadir menyaksikan langsung beragam permainan rakyat seperti oray-orayan, perepet jengkol, engkle, serta luncat tali.

Berita Lainnya  Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu 'Ibu Pertiwi' di Tengah Kabut Pekat Karhutla

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Kementerian Kebudayaan RI Retno Raswaty menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momen luar biasa. Dan sangat membantu dalam menyebarluaskan bagaimana permainan tradisional khususnya yang ada di Jawa Barat.

“Saya pikir ini bisa menjadi contoh untuk provinsi lain. Bicara permainan tradisional, ini menjadi salah satu objek pemajuan kebudayaan,” kata Retno.

“Saya berharap dukungan bapak ibu guru dan orang tua siswa untuk turut serta melestarikan permainan tradisional ini agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Kami harap ini tidak hanya selesai di acara festival-festival. Tapi berlanjut dalam keseharian,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Aksi Women's March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

Selain anak-anak, beberapa penonton dewasa juga sangat menikmati jalannya kegiatan. Mereka mengaku bernostalgia mengingat beberapa permainan tradisional yang pernah dilakukan sewaktu kecil.

Sumber : jabarprov.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan