Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Pendidikan Karakter Berbasis Militer, Jika Hanya Kritik Kesannya Seperti Nyinyir

Anggota DPRD Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi SH menanggapi berbagai macam reaksi publik terkait kebijakan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, soal penerapan program pendidikan karakter berbasis militer.

Disampaikan Dea, sampai sejauh ini baru Kabupaten Purwakarta yang melakukan uji coba program pendidikan yang diperuntukan bagi siswa bermasalah ini.

Hal ini kemungkinan menyusul masih adanya pro kontra dengan terobosan program pendidikan dari KDM ini. Namun demikian, Dea meyakini mayoritas orang tua siswa yang anaknya bermasalah setuju dengan program ini.

Berita Lainnya  RDP Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Murni Konsleting atau Sabotase Data Tanah Rakyat

Oleh karenanya, Dea menghimbau agar bagi setiap orang yang kontra dengan program ini tidak hanya sekedar mengkritik. Melainkan memberikan masukan program lain untuk mengatasi persoalan siswa bermasalah ini.

“Iya dong, supaya fair. Jadi jangan hanya sekedar mengkritik. Tetapi juga memberikan solusi. Kalau hanya kritik kesannya seperti nyinyir,” tutur wakil rakyat Dapil Karawang-Purwakarta ini, Jumat (2/5/2025).

Terlepas dari pro kontra yang sedang terjadi, secara pribadi Dea mengaku setuju dengan penerapan program pendidikan karakter berbasis militer yang digelar selama 14 hari ini.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Bentuk Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

Terlebih, program ini bersifat terintegrasi. Yaitu dimana tidak hanya melibatkan unsur TNI-Polri. Melainkan juga melibatkan stakeholder lain sepererti Dinas Pendidikan sampai pihak sekolah.

“Kalau boleh saya bilang anggap saja ini seperti pesantren kilat untuk membentuk karakter dan sikap disiplin siswa. Cuma bedanya kalau pesantren diajarkan pak kiyai, tapi kalau ini oleh tentara,” katanya.

Ditambahkan Dea, ia juga berharap pendidikan karakter berbasis militer ini mulai direalisasikan Bupati Karawang. Mengingat peristiwa aksi tawuran siswa di Karawang hampir terjadi dalam rentan waktu setiap minggunya.

Berita Lainnya  Dikonfrontir di RDP Komisi I, KIIC 'Malu-malu Kucing' untuk Akui Pelanggaran Tumpang Tindih Ratusan Hektar Lahan Industri dengan Kawasan Hutan

“Kalau saya pribadi berkeyakinan pada akhirnya semua akan setuju dengan terobosan program Pak Dedi Mulyadi ini. Mengingat sampai saat ini belum ada formula lain untuk menangani permasalahan kenalakan siswa selama ini,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan