Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

Hari Otonomi Daerah ke-29, Jawa Barat Raih Penghargaan Peringkat Kedua Nasional

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan sebagai provinsi peringkat kedua terbaik nasional dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2024.

Penghargaan ini diberikan dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 yang digelar di Lapangan Dome BSCC Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (25/4/2025), dan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya.

Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, di mana Jawa Barat menempati posisi keempat.

Wakil Gubernur Erwan Setiawan menyampaikan rasa syukur atas prestasi tersebut dan mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten.

Berita Lainnya  Pasca Konflik KDM - Sekda Subang, Jembatan Cigebang Tetap akan Dibangun

“Alhamdulillah, ini merupakan lompatan dua tingkat yang mencerminkan kinerja pemerintah daerah yang semakin baik. Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Jawa Barat,” ujar Erwan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan titik akhir, melainkan dorongan untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan agar semakin transparan dan akuntabel.

“Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kami ingin terus meningkatkan kinerja agar Dana Insentif Daerah juga bertambah dan pembangunan bisa lebih merata,” tambahnya.

Berita Lainnya  Pemprov Jabar Akhiri Moratorium, 47 Izin Tambang Kembali Boleh Beroperasi

Lebih dari sekadar prestasi administratif, capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai rujukan nasional dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Dengan nilai LPPD yang masuk kategori “Sangat Tinggi”, Jawa Barat berpotensi menjadi contoh teladan bagi provinsi lain, terutama dalam hal inovasi, efisiensi pelayanan publik, pembangunan daerah, dan reformasi birokrasi.

Selain itu, kinerja baik dalam LPPD juga membuka peluang lebih besar bagi Jawa Barat untuk memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat. Tambahan insentif fiskal ini sangat penting untuk mendorong percepatan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan daerah.

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi Stop Sementara Pengembangan Pembangunan Perumahan

Tak hanya berdampak pada institusi, penghargaan ini juga turut meningkatkan reputasi Gubernur dan jajaran Pemdaprov di tingkat nasional, baik secara administratif maupun politik.

Pengakuan ini menjadi nilai tambah dalam penilaian publik serta mendukung legitimasi dan kesinambungan kepemimpinan daerah.

Sumber : jabarprov.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ajukan Praperadilan, Gus Yaqut Melawan

JAKARTA - Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gua Yaqut melawan penetapan tersangka oleh KPK dengan mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan....

Cekcok dengan Kekasih, Karyawan Swasta di Karawang Gantung Diri

KARAWANG - Seorang karyawan swasta berinisial YFT (32) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kontrakannya di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Pengurus Dekranasda Karawang Resmi Dikukuhkan

KARAWANG - Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karawang Periode Tahun 2025–2030 yang dilaksanakan pada...

Malu Lahirkan Anak di Luar Nikah, Pasangan Sejoli Tinggalkan Bayi di Apartemen

KOTA BEKASI - Sepasang kekasih berinisial RO (22) dan NM (24) ditangkap setelah menelantarkan bayi laki-laki yang baru lahir di sebuah unit apartemen di...

Pedagang Pasar Tumpah Simpang SGC Direlokasi 13 Februari

BEKASI – Pasca mendapatkan penolakan dari warga  di Jalan Tumaritis, Pemerintah Kabupaten Bekasi akhirnya memutuskan kembali untuk merelokasi ratusan pedagang di pasar tumpah simpang...

Peristiwa

Cekcok dengan Kekasih, Karyawan Swasta di Karawang Gantung Diri

KARAWANG - Seorang karyawan swasta berinisial YFT (32) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kontrakannya di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI