Rabu, Februari 11, 2026
spot_img

Kalah di Pilkada, Acep Jamhuri Masih Berkelakar

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | Meskipun tidak ada lagi pantun “Buah Duren Buah Kadu”, pantun guyon yang menjadi ciri khas kampanye Drs. H. Acep Jamhuri M.Si di Pilkada Karawang 2024, tetapi para relawan dan pendukung Acep tetap kumpul ngopi bareng di Posko Relawan Acep-Gina, di Perum Pemda Sukaharja Ulekan Kecamatan Telukjambe Timur, Senin (9/12/2024).

Meski tidak terlihat satu pun batang hidung para politisi, tetapi ratusan relawan ini kembali bersenda gurau dengan sosok mantan Sekda Karawang tersebut.

Berita Lainnya  Garda Bangsa Dorong Bupati Aep Lantik Kades Terpilih Sesuai Jadwal Tahapan

“Aya korek teu, udud heula yeuh!. Teu aya 01 02, nu aya Aep – Maslani. Hehehe,”

“Kudu realistis, harus nerima. Salah sih tah, malah menang menang menang, jadi na aing menangis. Hihihi,” kelakar Acep Jamhuri, saat mengawali pembicaraanya di depan ratusan relawan.

Disampaikan Acep, hari ini ia baru bisa berkumpul lagi dengan relawan setelah Pilkada. Adapun tujuan kumpul-kumpul dengan relawan hari ini adalah untuk menetralisir isu-isu di bawah pasca Pilkada.

“Saya sangat hargai perjuangannya. Saya ucapkan terima kasih atas atensi, dukungan, materinya untuk kemenangan Acep-Gina,”

Berita Lainnya  PKB Minta Aep-Maslani Kembali Kaji Usulan Program SAMISADE

“Quick count dan real count sudah, hasil perhitungan KPU sudah selesai. Kita hargai upaya penyelenggara, terlepas dari adanya kekecewaan pendukung yang berharap Acep-Gina menang,” kata Acep.

Kalah di Pilkada, Acep mengaku sedang belajar menikmati ketirnya kekalahan, belajar tegar, belajar menerima takdir Allah Yang Maha Kuasa.

“Saya bahagia bisa berpasangan dengan Gina Swara, tapi qodarullah seperti itu. Ini bagian dari takdir Allah, karena kalau ngomong ikhtiar, pendukung Acep-Gina luar biasa,”

Berita Lainnya  Pengamat : Kecil Kemungkinan Aep-Maslani Lupakan Janji Politik

“Tapi banyak hikmah yang saya terima dan saya pelajari. Sekarang saya ingin belajar untuk lebih dekat dengan Allah,”

“Jadi tetap semangat, jangan sedih, karena saya juga masih tertawa bahagia. Kita tetep keluarga kan?,” tandas Acep Jamhuri yang disambut tepuk tangan relawan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Noel Sebut ‘Parpol Tiga Huruf’ Terlibat Kasus Pemerasan yang Menjeratnya

JAKARTA - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel kini mengungkapkan bahwa partai politik (parpol) yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan...

Pemprov Jabar Akhiri Moratorium, 47 Izin Tambang Kembali Boleh Beroperasi

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melunak dengan mengakhiri moratorium 47 ijin usaha pertambangan (IUP). Meski demikian, wilayah yang dipimpin Dedi Mulyadi (KDM)...

Terdampak Proyek Jalan Tol, Pemkab Bekasi Pastikan Relokasi SDN 03 Ciledug

BEKASI -  Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan relokasi Sekolah Dasar Negeri 03 Ciledug Kecamatan Setu, yang terdampak Proyek Strategis Nasional pembangunan jalan tol telah memasuki...

Mediasi Buntu, Ormas GMPI Ancam Demo Kawasan Surya Cipta

KARAWANG - Mediasi Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) dengan pihak pengelola Kawasan Surya Cipta berujung buntu. Mediasi yang hanya dihadiri oleh manajer security...

Tolak Trans Beken, Sopir Angkot di Kota Bekasi Gelar Demonstrasi

KOTA BEKASI - Menolak kehadiran Trans Beken yang baru saja diluncurkan, ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bekasi - Jawa Barat menggelar aksi...

Peristiwa

Sopir Mengantuk, Artis Sinetron Diva Siregar Alami Kecelakaan di Tol Jagorawi

BOGOR - Sopir diduga mengantuk, artis sinetron Diva Siregar mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 17.00 WIB, pada Sabtu (7/2/2026). Mobil...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI