Selasa, September 29, 2026
Google search engine

Dugaan Pengeroyokan Kader HMI, Dewan Pertimbangan UNSIKA Angkat Bicara

KARAWANG – Terkait dugaan pengeroyokan terhadap HFM – salah seorang mahasiswa/kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) oleh terduga pelaku mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang (FAI UNSIKA) berinisial ANR dan FZM, Dewan Pertimbangan UNSIKA, Asep Agustian, S.H., M.H., angkat bicara.

Askun (sapaan akrab) mengaku prihatin dan sangat menyayangkan jika benar dugaan tindakan pidana tersebut terjadi. Terlebih, kini kasusnya sudah masuk ranah penyelidikan Polresta Karawang.

“Tentu saya sangat menyayangkan dan prihatin, tatkala insiden seperti ini terjadi. Apalagi sampai dilaporkan ke polisi,” tutur Askun, Senin (28/9/2026).

Berita Lainnya  Dugaan Pengeroyokan Kader HMI Karawang, Ketum : "Itu Tindak Pidana"

Atas peristiwa ini, Askun mengaku akan menghormati segala proses hukum yang berjalan di kepolisian. Namun ia berharap, agar bagian kemahasiswaan UNSIKA segera mempertemukan kedua belah pihak untuk proses mediasi, agar persoalannya bisa diselesaikan secara kekeluargaan (Restorative Justice).

“Kepada bidang kemahasiswaan agar segera memediasi kedua belah pihak. Jika ada kerugian materil, maka harus secepatnya diganti,” kata Askun.

“Tidak ada murid yang salah, yang salah adalah guru. Arahkan penyelesaiannya ke Restorative Justice, kalau ada kerugian materil segera diganti,” timpalnya.

Berita Lainnya  KAHMI Karawang Gelar Syukuran Sederhana : "Yakin Usaha Sampai, Karawang Maju"

Askun menegaskan, agar peristiwa ini menjadi pembelajaran semua pihak, baik dari pihak mahasiswa maupun pihak kampus.

Karena menurutnya, persaingan kaderisasi organisasi eksternal di kampus antar mahasiswa merupakan bagian dari dinamika kampus untuk pembelajaran. Sehingga tidak bisa dibenarkan apabila terjadi cara-cara intimidasi yang mengarah ke persoalan tindak pidana.

“Sekali lagi saya sampaikan tidak ada murid yang salah, tapi guru yang salah. Di UNSIKA kita semua memiliki misi yang sama. Datang ke kampus untuk belajar, bukan untuk berkelahi,” katanya.

Berita Lainnya  Jelang Kontra Persija, Polda Jabar Imbau Seluruh Pendukung Persib Tak Datang ke Jakarta

“Maka saya minta segera bagian kemahasiswaan kampus untuk memediasi kedua belah pihak,” tutup Askun.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dewan Pakar KAHMI Desak Mendiktisaintek Copot Rektor UNSIKA

KARAWANG - Dewan Pakar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Karawang, Lukman N. Iraz, mendesak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi...

Oknum Polisi Bengkulu yang Julurkan Lidah ke Pendemo Dijatuhi Sanksi Disiplin

Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu resmi menjatuhkan sanksi disiplin kepada oknum polisi yang tertangkap kamera melakukan tindakan tidak pantas dengan menjulurkan lidah ke arah massa...

Dulu Kebijakan KDM Soal Pendidikan Barak Militer Banyak Ditentang, Kini Pemerintah Resmi Luncurkan Ekstrakurikuler KKRI

MASIH ingatkan anda dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang mengirim siswa bermasalah atau "nakal" ke barak militer yang banyak ditentang...

Ngaku Pengurus RT dan Gerebek Kontrakan, Juru Parkir ini Perkosa Remaja Perempuan 16 Tahun Secara Bergiliran

MT (39), seorang juru parkir ini terpaksa diamankan Sat Reskrim Polres Lubuklinggau, karena diduga menjadi salah satu pelaku pemerkosan remaja perempuan berusia 16 tahun. Kasat...

Ditetapkan Tersangka Korupsi, Bupati Gowa Melawan, Laporkan Penyidik ke Propam

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang melalui tim kuasa hukumnya melaporkan sejumlah penyidik yang menangani perkara dugaan korupsi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan