Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Heboh ‘Mata Air Keramat’ di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Warga di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dihebohkan oleh Mata Air Keramat Kareo yang airnya mendadak berubah warna menjadi merah pekat.

Air mata air yang mulanya biasa mendadak berubah warna menjadi merah sejak dini hari.

Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mengambil air, berdoa, dan memanjatkan rasa syukur.

Sebagian warga mengaitkan perubahan warna air ini dengan mitos kemunculan batu merah delima yang dipercaya berkhasiat untuk mengobati penyakit.

Berita Lainnya  Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa TK hingga SD di Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit

Belum ada bukti ilmiah atau keterangan resmi terkait penyebab warna merah tersebut, dan warga diimbau agar tidak asal mengonsumsi airnya sampai sampelnya selesai diperiksa oleh pihak kecamatan.

Menanggapi kejadian tersebut, Camat Gunung Sindur M. Jamalludin mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi yang beredar dan akan mengecek ke lokasi.

“Saya baru dapat info (mata air menjadi merah) tadi habis maghrib jam 7, baru rencana besok mau cek ke lokasi,” kata Jamalludin dikonfirmasi, dilansir dari Kompas, Minggu (20/9/2026).

Berita Lainnya  Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

Sejauh ini, belum dapat dipastikan penyebab terjadinya perubahan warna air. Namun, pihak desa sudah mengambil sampel air dan akan dilakukan pemeriksaan ke laboratorium.

“Kalau saya belum bisa memastikan karena sampel air sampel diambil sama Pak Kades, besok mau dibawa ke lab, info dari Pak Kades,” tuturnya.

Terkait dengan fenomena ini, pihaknya telah mengimbau melalui desa setempat agar warga untuk sementara tidak mengonsumsi air tersebut karena dikhawatirkan mengandung zat-zat yang berbahaya.

Berita Lainnya  Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

“Sudah diinfokan oleh kades, memang lokasi mata air hanya digunakan untuk mandi dan cuci oleh warga. Itu info dari kades,” tuturnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan