MEMPAWAH – Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya, Rabu pagi 5 Agustus.
Mereka menuntut pihak sekolah memberhentikan oknum guru yang diduga terlibat kasus perselingkuhan.
Aksi ratusan siswa itu didampingi Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah. Mereka berkumpul di halaman sekolah untuk menyampaikan tuntutannya.
Mereka mendesak agar pihak sekolah menon-aktifkan kedua oknum guru inisial US dan SNR yang diduga terlibat kasus perselingkuhan.
“Kami ucapkan terima kasih telah mendidik kami. Karena ada sesuatu masalah di media sosial, maka kedua guru tersebut kami tidak izinkan lagi untuk mendidik kami. Unuk kebijakan guru bidang bersangkutan, kami mohon Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir untuk mencari solusi penggantinya,” tulis siswa dalam pernyataan sikapnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Bambang Juwarno menghimbau para siswa agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan fasilitas sekolah.
“Serahkan penyelesaian permasalahan ini kepada pihak terkait yakni Dinas Pendidikan Provinsi dan Komite Sekolah. Saya minta agar siswa kembali melanjutkan proses belajar seperti biasanya,” pinta Bambang.
Selanjutnya, pihak sekolah melakukan pertemuan yang melibatkan Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan Perwakilan Siswa. Pertemuan itu menghasilkan pernyataan sikap siswa atas kasus dugaan perselingkuhan oknum guru di sekolah itu.
Kemudian, pihak keamanan dari Polsek Mempawah Hilir melakukan proses evakuasi terhadap oknum guru yang diduga terlibat dalam kasus perselingkuhan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.
Saat dibawa dan diamankan polisi, sontak kedua oknum guru tersebut langsung diteriaki para siswa. ***
Sumber : mempawahnews.com










