Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Alasan Lahan Berisiko Bencana, USB SMA dan SMK di Karawang Batal Dibangun

KARAWANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pembangunan unit sekolah baru (USB) jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Karawang belum masuk dalam program tahun 2026.

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan, penundaan tersebut disebabkan oleh persoalan kesiapan lahan yang dinilai berisiko bencana.

Mantan Bupati Purwakarta itu menerangkan, sejumlah lahan yang diusulkan untuk pembangunan sekolah berada di kawasan pesawahan dan memiliki potensi banjir.

Karena kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama Pemprov Jabar untuk menunda pembangunan.

Berita Lainnya  Sempat Didemo Siswa, 'Guru Cabul' di SMAN 1 Pamanukan Ditetapkan Tersangka

“Kami sampaikan ya pembangunan SMA dan SMK di Karawang ditunda pembangunannya 2026 disebabkan karena areal tanah untuk pembangunannya merupakan areal pesawahan dan memiliki potensi banjir,” ujar Dedi dikutip dari Instagram pribadinya dan telah dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Dedi menegaskan, pembangunan fasilitas pendidikan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

“Untuk itu kami menundanya sampai menunggu tersedianya lahan yang memenuhi syarat dan tidak berpotensi bencana,” katanya.

Penundaan tersebut terjadi di tengah kebutuhan sekolah menengah di Karawang.

Berita Lainnya  Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, terdapat empat kecamatan yang hingga kini belum memiliki SMA, baik negeri maupun swasta.

Keempat kecamatan tersebut yakni Purwasari, Cilamaya Kulon, Rengasdengklok, dan Cilebar.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karawang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan sekolah kepada Pemprov Jabar.

Lahan seluas lebih dari 9.000 meter persegi disiapkan di Kecamatan Cilamaya Kulon, serta lahan sekitar 1,2 hektare di Kecamatan Pangkalan.

Dedi menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Pemkab Karawang.

Pemprov Jabar akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mencari alternatif lokasi pembangunan yang lebih aman.

Berita Lainnya  Ariel NOAH Ultah, Wulan Guritno Beri Kejutan, Picu Spekulasi Asmara dari Publik

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih. Semoga dalam waktu dekat pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bicara dengan Bupati untuk bersama-sama mencari alokasi tanah yang aman, nyaman dan terjangkau oleh siswa yang akan menjadi peserta didik di sekolah tersebut,” pungkasnya.

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan