Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Alasan Lahan Berisiko Bencana, USB SMA dan SMK di Karawang Batal Dibangun

KARAWANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pembangunan unit sekolah baru (USB) jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Karawang belum masuk dalam program tahun 2026.

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan, penundaan tersebut disebabkan oleh persoalan kesiapan lahan yang dinilai berisiko bencana.

Mantan Bupati Purwakarta itu menerangkan, sejumlah lahan yang diusulkan untuk pembangunan sekolah berada di kawasan pesawahan dan memiliki potensi banjir.

Karena kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama Pemprov Jabar untuk menunda pembangunan.

Berita Lainnya  Gus Yaqut Pakai Rompi Orange : Saya Tidak Menerima Uang Sepeser pun...

“Kami sampaikan ya pembangunan SMA dan SMK di Karawang ditunda pembangunannya 2026 disebabkan karena areal tanah untuk pembangunannya merupakan areal pesawahan dan memiliki potensi banjir,” ujar Dedi dikutip dari Instagram pribadinya dan telah dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Dedi menegaskan, pembangunan fasilitas pendidikan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

“Untuk itu kami menundanya sampai menunggu tersedianya lahan yang memenuhi syarat dan tidak berpotensi bencana,” katanya.

Penundaan tersebut terjadi di tengah kebutuhan sekolah menengah di Karawang.

Berita Lainnya  Pembunuh Ermanto Usman Ditangkap, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, terdapat empat kecamatan yang hingga kini belum memiliki SMA, baik negeri maupun swasta.

Keempat kecamatan tersebut yakni Purwasari, Cilamaya Kulon, Rengasdengklok, dan Cilebar.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karawang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan sekolah kepada Pemprov Jabar.

Lahan seluas lebih dari 9.000 meter persegi disiapkan di Kecamatan Cilamaya Kulon, serta lahan sekitar 1,2 hektare di Kecamatan Pangkalan.

Dedi menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Pemkab Karawang.

Pemprov Jabar akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mencari alternatif lokasi pembangunan yang lebih aman.

Berita Lainnya  Sempat akan Dipangkas Purbaya, BGN Pastikan Anggaran MBG Tetap Rp 335 Triliun

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih. Semoga dalam waktu dekat pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bicara dengan Bupati untuk bersama-sama mencari alokasi tanah yang aman, nyaman dan terjangkau oleh siswa yang akan menjadi peserta didik di sekolah tersebut,” pungkasnya.

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan