KARAWANG – Perhelatan pemilihan ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Karawang pada Muskab ke-VIII yang akan digelar di Mercure Hotel Karawang pada 15 April 2026, dipastikan bakal seru.
Tiga kandidat diketahui sudah mengambil formulir pendaftaran. Diantaranya Pj Ketua KADIN Karawang Sari Marliani, Wakil Ketua KADIN Karawang Arif Dianto, serta mantan Ketua HIPMI Karawang Rafiudin Firdaus.
Proses demokrasi dan lobi-lobi politik untuk mendapatkan dukungan dari Bupati Karawang diprediksi bakal terjadi. Kendati dalam AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) Muskab KADIN tidak ada keterkaitan dengan pemerintah daerah, tetapi ketiga kandidat diprediksi tetap akan berebut ‘restu bupati’.
Pasalnya, dalam menjalankan program kerja ke depan, KADIN tetap harus bersinergi dengan pemerintah daerah. Karena alasan kedudukan KADIN sebagai mitra utama dan strategis dalam pembangunan ekonomi, peningkatan investasi, serta pengembangan dunia usaha.
3 Kandidat Memiliki Kedekatan Khusus dengan Bupati Aep
1. Rafiudin Firdaus
Dalam pencalonannya, mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Karawang ini berjanji akan melakukan gebrakan program di 100 hari kerja, ketika nanti terpilih menjadi Ketua KADIN Karawang Periode 2026-2031.
Rafiudin mengaku akan lebih memperkuat bangunan sinergitas dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program KADIN. Mengeluarkan kebijakan-kebijakan program dan kegiatan yang belum pernah dilakukan kepemimpinan KADIN Karawang sebelumnya.
Dulu saat masih menjabat Ketua HIPMI Karawang, Rafiudin dikabarkan memiliki kedekatan khusus dengan pemerintahan Cellica-Aep. Dan kedekatan tersebut berlanjut hingga saat ini di pemerintahan Aep-Maslani.
Bahkan sebelum mengambil formulir pendaftaran pencalonan ketua KADIN, Rafiudin dikabarkan sudah bertemu dengan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh untuk meminta restu atas pencalonannya.
2. Arif Dianto
Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI) yang juga masih menjabat sebagai Wakil Ketua KADIN Karawang ini memiliki visi pencalonan ‘Menjadikan KADIN Karawang sebagai lembaga katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang modern, inklusif, dan berdaya saing, serta memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam membangun ekosistem usaha yang maju, produktif, dan berkelanjutan’.
Arif ingin membangun kolaborasi berkelanjutan KADIN dengan Pemerintah Kabupaten Karawang. Menyelaraskan program KADIN dengan arah pembangunan ekonomi daerah, mendukung agenda prioritas pemerintah dalam investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan UMKM, serta memperkuat koordinasi kebijakan untuk meningkatkan kemudahan berusaha.
Arif Dianto juga memiliki hubungan baik dan kedekatan khusus dengan Bupati Aep. Terlebih, ia diketahui menjadi bagian tim sukses (tim) pemenangan Aep-Maslani pada Pilkada Karawang tahun lalu. Sehingga ‘restu politik’ pencalonan ketua KADIN dari Bupati Aep juga diprediksi akan dikantongi Arif Dianto.
3. Sari Marliani
Saat dihubungi Redaksi Opiniplus.com mengenai visi misi pencalonan, Dra. Hj. Sari Marliani MM mengkonfirmasi bahwa dirinya sedang dalam perjalanan ibadah umroh menuju tanah suci.
Namun demikian, sedikit profil tentang Mamih Sari (sapaan akrab) sudah didapatkan Redaksi Opiniplus.com. Kendati di publik belum terpantau berfoto bareng dengan Bupati Aep, tapi siapa sangka jika sosok manajer HRD di salah satu perusahaan di Karawang ini juga memiliki kedekatan khusus dengan Bupati Karawang.
Pasalnya, keluarga besar Mamih Sari sudah lama ‘lebo’ atau memiliki kedekatan dengan keluarga besar Bupati Aep. Inilah yang menjadi catatan penting bahwa pencalonan Mamih Sari juga diprediksi bakal mengantongi ‘restu politik’ dari Bupati Aep.
Terlebih, selama menjabat Pj Ketua KADIN Karawang, beberapa program dan kegiatan yang digulirkan Mamih Sari dinilai selalu bersinergi dengan pemerintah daerah di dalam membangun perekonomian daerah, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta pengembangan dunia usaha.***










