Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

Ketua GRIB Jaya Jabar Tantang Dedi Mulyadi, Diskusi Aktif Soal Premanisme

Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Barat Gabryel Alexander Etwiorry menjadi sorotan publik usai melakukan tantangan terbuka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Hal ini buntut dari pernyataan Dedi Mulyadi yang berencana membentuk Satgas Antipremanisme guna memberantas praktik premanisme, termasuk pungli dan intimidasi, yang kerap dikaitkan dengan ormas dan LSM.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024 yang dibacakan di Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat, Jumat, 21 Maret 2025, Dedi mengumumkan pembentukan Satuan Tugas atau Satgas Antipremanisme di seluruh wilayah provinsi.

Berita Lainnya  Rieke Menduga Ada Motif Lain Dibalik Tewasnya Ermanto Usman

Kini, pernyataan Dedi tersebut mendapat respons keras dari Gabryel melalui sebuah podcast di kanal YouTube Titik Temu. Ia menilai bahwa narasi tersebut berpotensi menyudutkan ormas, seolah menjadi biang kerok dari premanisme di masyarakat.

“Saya tantang terbuka untuk diskusi aktif. Ayo kita ngobrol, supaya masyarakat tidak menstigma ormas seakan-akan selalu buruk,” ujar Gabryel, dikutip Minggu (13/4).

“Statement bapak bagi kami menyesatkan,” tambahnya.

Tak main-main, Gabryel bahkan mengundang langsung Gubernur Dedi untuk datang ke kantornya dan berdiskusi secara terbuka soal definisi premanisme.

Berita Lainnya  2 Bupati Sudah Jadi Tersangka, KPK Ingatkan Kepala Daerah Tidak Minta Jatah THR

“Saya ingin belajar dari bapak, saya ingin tahu pemahaman preman itu seperti apa. Sampai hari ini saya belum paham, Pak, preman itu yang kayak gimana,” tegasnya.

Gabryel tidak hanya menyuarakan pembelaan terhadap ormas. Ia juga memberikan kritik pedas terhadap sistem birokrasi yang dinilainya juga tak lepas dari praktik premanisme terselubung.

“Kalau Gubernur membentuk Satgas Antipremanisme, tolong bersih-bersihnya jangan keluar dulu, ke dalam dulu,” ujar Gabryel.

Berita Lainnya  Kali Pertama, Karut-marut Program MBG Dilaporkan ke Bareskrim

“Karena kami di GRIB juga akan membentuk satgas untuk memberantas premanisme di birokrasi,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa oknum birokrasi juga bisa menjadi bagian dari persoalan premanisme yang selama ini hanya dibebankan kepada masyarakat sipil dan ormas.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan