Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

KDM : Pemprov Jabar Punya Duit untuk Bayar Tunggakan Kontraktor

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi buka suara terkait gagal bayar kontraktor senilai Rp621 miliar, atas proyek infrastruktur di akhir tahun anggaran 2025.

Kabar ini mencuat setelah realisasi pendapatan APBD hanya 94,37 persen dari target ambisius. Kang Dedi Mulyadi disingkat KDM, sapaan akrab gubernur yang rajin nongol di media sosial (medsos) itu, menegaskan, saat ini, Pemprov Jabar memiliki cukup uang untuk membayar kepada pihak kontraktor.

“Saya sampaikan, bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah memiliki kecukupan uang untuk melakukan pembayaran,” kata Dedi melalui unggahan Instagramnya, dikutip Sabtu (10/1/2026).

Berita Lainnya  Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

Dedi menjelaskan, sumber anggaran untuk melakukan pembayaran tagihan Rp621 miliar itu, berasal dari dana alokasi umum. Ditambah dari pembayaran pajak kendaraan bermotor. Saat ini, warga Jabar sudah semakin patuh membayar pajak kendaraan bermotor.

“Dari mana sumber anggarannya? Sumber anggarannya di antaranya adalah, dana alokasi umum yang tersedia dan kemudian juga dari pembayaran pajak kendaraan bermotor yang terus mengalir datang setiap hari terjadi peningkatan kesadaran warga Jawa Barat untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor,” terang KDM.

Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman mengungkap, nilai tunda bayar yang mencapai ratusan miliar itu mencakup 621

Berita Lainnya  Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Rp 10,2 Miliar, Satwa Sampai Kurus dan Sekarat

“Yang tunda bayar ada 621 proyek. Di antaranya di Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan beberapa OPD lainnya. Ada pekerjaan jalan, PJU, dan lain sebagainya,” kata Herman dalam video yang dikeluarkan Diskominfo Jabar, pada Rabu (7/1/2026).

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Muhammad Romli merespons pernyataan Sekda Jabar Herman Suryatman yang menyebut penundaan pembayaran proyek Rp621 miliar bukan masalah selama ada kesepahaman dengan kontraktor.

Namun, ia mengingat pemerintah daerah tetap tidak boleh abai terhadap beban finansial yang ditanggung oleh para pengusaha atau pihak ketiga. Sekalipun terjadi komunikasi dan kesepakatan yang baik antarpihak.

Berita Lainnya  Kepala BGN : "Jangan Bandingkan Sekolah Rusak dengan Dapur MBG"

Ia pun menekankan, penundaan pembayaram ini tak hanya sekadar masalah administrasi atau kesekapatan di atas kertas. Menurutnya, ada realitas yang harus dihadapi kontraktor di lapangan.

“Kalau pemerintah daerah bisa mengomunikasikan itu, ya, bagus. Tapi uang tetap harus disiapkan karena tahun 2026 ini wajib dibayar. Kita harus memahami bahwa kontraktor itu juga mereka terkena bunga bank dan biaya lainnya,” kata Romli, belum lama ini.***

Sumber : inilah.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Warga Depok Geger Penemuan Mayat Tanpa Kaki Diduga Korban Mutilasi

DEPOK - Mayat tanpa kaki diduga korban mutilasi ditemukan di sebuah lahan kosong, Pancoran Mas, Depok. Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat...

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan