Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Geram Kepung Kantor Perwakilan Kementrian PU di Karawang

KARAWANG – Sejumlah titik jalan rusak yang merupakan kewenangan pemerintah pusat (jalan nasional) tak kunjung diperbaiki. Padahal jalan rusak tersebut mulai banyak memakan korban kecelakaan lalu-lintas.

Atas persoalan ini, sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Karawang – Jawa Barat mulai geram. Senin (2/2/2026), mereka melakukan aksi demonstrasi di jalanan dan mengepung kantor Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat PPK 1.1 di Karawang.

Massa yang tergabung dalam Komite Masyarakat Sipil Kabupaten Karawang terdiri atas kurir, pengemudi ojek online, pelajar, buruh, hingga mahasiswa.

Namun sayangnya dalam aksi ini, tidak ada satu pun pejabat PPK 1.1 yang menemui massa aksi.

Berita Lainnya  Kios-kios Pedagang di Jalancagak-Ciater Mulai Dibangun

Para pendemo hanya menerima informasi bahwa pejabat PPK 1.1 tengah diperiksa BPK terkait dugaan indikasi korupsi.

Koordinator aksi, Tri Prasetio Putra Mumpuni, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan warga terhadap kelalaian negara dalam menjamin keselamatan publik.

Ia menegaskan, jalan berlubang bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan soal kemanusiaan.

Ia menyebut pemerintah telah lalai karena tidak menjanjikan perbaikan total jalan berlubang pada Februari ini.

Selain menuntut transparansi anggaran dan kualitas pekerjaan, massa menyoroti jalan yang baru diperbaiki beberapa bulan lalu, namun kembali rusak parah. Kondisi ini memunculkan kecurigaan adanya praktik penyimpangan.

Berita Lainnya  Dugaan Suap Proyek, KPK OTT Bupati Cilacap

Massa aksi menyerukan gerakan lanjutan, termasuk konsolidasi aksi, penyampaian aspirasi di ruang publik dan media sosial, hingga rencana blokade Jalur Pantura dan perbaikan jalan secara mandiri di sejumlah titik.

Menanggapi aksi tersebut, Humas BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Noval, mengakui kerusakan jalan nasional terjadi di sejumlah titik, mulai Klari, Cikampek Karawang, hingga Pamanukan, Subang.

Ia menyebut faktor cuaca ekstrem dan tingginya volume kendaraan over dimension dan overload (ODOL) sebagai penyebab utama.

Menurut Noval, perbaikan telah dimulai sejak Jumat (30/1/2026) dan ditargetkan rampung akhir Februari.

Namun, pekerjaan saat ini masih bersifat pemeliharaan rutin berupa penambalan dan overlay satu lapis di beberapa titik.

Berita Lainnya  Posko Mudik Cikopo Didesain Nuansa Sunda

Terkait maraknya kendaraan ODOL, Noval menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan membutuhkan penanganan lintas instansi.

Ia juga mengingatkan bahwa perbaikan tambal sulam bersifat sementara dan sangat dipengaruhi oleh sistem drainase serta intensitas hujan.

“Air adalah musuh utama aspal. Jika drainase buruk, kerusakan akan cepat kembali,” ujarnya, dilansir dari tribunnews.***

Sumber : tribunnews.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan