Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

IWO Indonesia Gelar ‘Renungan Kebangsaan’ di Tugu Kebangkitan Rengasdengklok

KARAWANG – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO Indonesia) Kabupaten Karawang akan menggelar Renungan Kebangsaan di Tugu Kebangkitan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Minggu (8/2/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 IWO Indonesia yang jatuh pada 9 Februari 2026.

Mengusung tema “Pers Merawat Ingatan Bangsa, Jurnalis Menjaga Nurani Demokrasi”, kegiatan ini menegaskan komitmen insan pers untuk tetap berpegang pada integritas, akurasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Acara dijadwalkan dimulai pukul 16.30 WIB hingga selesai, bertempat di Tugu Kebangkitan Rengasdengklok, lokasi bersejarah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua pelaksana kegiatan, Dedi MK menyampaikan bahwa pemilihan Rengasdengklok bukan tanpa alasan. Tempat tersebut memiliki makna historis sebagai simbol keberanian mengambil sikap di saat genting.

“Rengasdengklok mengajarkan keberanian dalam menentukan arah bangsa. Spirit itu relevan dengan tugas pers hari ini, yakni berani menyampaikan kebenaran di tengah berbagai tekanan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Polres Metro Bekasi Gelar Night Run Cikarang Presisi

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan diawali dengan pengumpulan peserta di Sekretariat IWOI Jasmine pukul 15.30 WIB untuk registrasi dan briefing panitia. Peserta kemudian bertolak menuju lokasi acara pada pukul 16.00 WIB.

Setibanya di lokasi, panitia melakukan persiapan area dan peralatan dokumentasi. Acara resmi dibuka pukul 16.45 WIB oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan doa.

Agenda utama Renungan Kebangsaan dimulai pukul 17.00 WIB dengan refleksi sejarah Rengasdengklok serta pemaknaan peran pers dalam perjuangan dan demokrasi. Selanjutnya, pukul 17.25 WIB akan disampaikan sambutan Ketua umum IWO Indonesia atau Ketua IWOI DPD Karawang.

Memasuki pukul 17.40 WIB, peserta mengikuti doa dan renungan HUT ke-8 IWO Indonesia sebagai bentuk introspeksi dan komitmen moral insan pers.

Kegiatan ditutup dengan dokumentasi dan foto bersama pada pukul 17.55 WIB.

Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menegaskan bahwa momentum HPN dan HUT ke-8 IWO Indonesia harus menjadi titik penguatan soliditas organisasi.

Berita Lainnya  Kang Jimmy Buka Usaha Kafe Murah Meriah, Yuk Kunjungi!

Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga marwah profesi dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, memperkuat kompetensi, serta tidak mudah terpengaruh kepentingan pragmatis.

“Jurnalis IWO Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran. Jangan pernah lelah belajar, jangan takut bersuara, dan jangan tergoda meninggalkan integritas hanya demi kepentingan sesaat. Kita harus solid, saling menguatkan, dan tetap berdiri di sisi publik,” ujar Syuhada dalam keterangan resminya (Sabtu, 7/2/2026)

Ia juga mengarahkan seluruh anggota agar menjadikan renungan kebangsaan ini sebagai refleksi mendalam dalam menjalankan tugas jurnalistik di era digital.

Menurutnya, tantangan pers ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kedewasaan, ketegasan sikap, dan loyalitas terhadap organisasi.

“Kecepatan bukan alasan mengabaikan akurasi. Popularitas bukan tujuan utama. Tugas kita adalah menghadirkan informasi yang mencerahkan dan membangun kepercayaan masyarakat. Dari Rengasdengklok, kita perbarui komitmen untuk bekerja profesional, beretika, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Berita Lainnya  Aparat Gabungan Pantau Pergerakan Kendaraan Sumbu 3

Dalam naskah renungan yang disiapkan panitia, ditegaskan bahwa pers tidak sekadar mencatat peristiwa, tetapi menjaga ingatan kolektif bangsa. Di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalis diingatkan untuk tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan, serta tidak menukar integritas dengan popularitas.

Delapan tahun perjalanan IWO Indonesia disebut bukan semata perayaan usia organisasi, melainkan momentum memperkuat tanggung jawab moral jurnalis online agar lebih profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi refleksi bersama bahwa kebebasan pers harus diiringi tanggung jawab. Dari Rengasdengklok, insan pers diajak memperbarui komitmen untuk menulis dengan akal sehat, bekerja dengan hati nurani, serta menjaga marwah profesi demi demokrasi yang sehat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan