Senin, Maret 23, 2026
spot_img

Isu Disharmonisasi Bupati-Sekda Meluas ke Soal Mutasi, KAHMI : itu Sangat Keliru!

Isu keretakan atau disharmonisasi antara Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh dengan Sekda H. Asep Aang Rahmatullah akhirnya meluas ke kabar soal proses mutasi dan rotasi jabatan yang sedang digodok Pemda Karawang.

Namun demikian, Dewan Pakar MD KAHMI Karawang, Lukman N Iraz menilai, jika kabar ini merupakan isu keliru yang harus diluruskan. Pasalnya Lukman menegaskan, bahwa hubungan bupati dengan sekda adalah hubungan jabatan antara pimpinan dengan bawahan.

Bukan hubungan politik seperti antara bupati dengan wakil bupati yang memiliki latar belakang perahu politik yang berbeda.

“Isu keretakan bupati-sekda ini jadi meluas kemana-mana. Ada juga yang mengaitkan dengan masalah mutasi jabatan. Saya pikir itu sangat keliru dan perlu diluruskan,” kata Lukman N Iraz, Senin (26/5/2025).

Lukman kembali menegaskan, bahwa hubungan bupati dengan sekda merupakan hubungan jabatan antara pimpinan dan bawahan, bukan hubungan politik yang berpotensi disharmonisasi.

Adapun sedikit perbedaan pandangan mengenai proses mutasi dan rotasi jabatan untuk menempatkan pejabat di tempat tertentu, hal tersebut merupkan hal wajar.

Mengingat proses mutasi dan rotasi jabatan dimulai dari rekomendasi BKPSDM yang kemudian digodok di Baperjakat yang dikomandoi sekda, dan tetap akan berakhir di meja bupati.

“Apalagi kalau isunya dikaitkan dengan soal mutasi dan rotasi jabatan, saya pikir makin keliru. Toh, pada akhirnya proses mutasi dan rotasi jabatan tetap akan berakhir di meja bupati,” katanya.

Atas persoalan ini, Lukman berharap semua stakeholder di lingkungan Pemkab Karawang tidak terpengaruh dengan isu murahan disharmonisasi ini. Lukman meminta semua pejabat pemkab fokus kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mengingat Karawang masuk dalam kategori daerah ‘rawan ekonomi’ berdasarkan pernyataan resmi dari Kemendagri. Meskipun dari sisi potensi pembangunan, sebenarnya Karawang memiliki sumber kekayaan PAD yang sangat lengkap.

Yaitu dari mulai industri, pertanian, lautan, pegunungan, pariwisata, budaya dan lain sebagainya.

“Peningkatan PAD harus menjadi salah satu titik fokus para stakeholder di Karawang. Ini akan menjadi PR bersama. Jangan sampai potensi PAD Karawang besar, tapi realisasi pertahunnya selalu minim dan tidak pernah mengalami peningkatan yang signifikan,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap

JAKARTA - Kasus pembunuhan tragis menimpa Dwintha Anggary, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di kawasan...

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, MAKI Kritik Keras KPK

JAKARTA  - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengkritik keras sikap KPK yang mengalihkan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. KPK dinilai...

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan