Selasa, September 15, 2026
spot_img

Kasus Kekerasan Perempuan-Anak di Bekasi Terus Meningkat

BEKASI – Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bekasi terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), tercatat 263 kasus pada tahun 2023, meningkat menjadi 293 kasus pada tahun 2024, dan hingga Agustus 2025 sudah ada 198 kasus yang dilaporkan.

Plt Kepala DP3A Kabupaten Bekasi, Titin Patimah, mengungkapkan bahwa anak masih menjadi kelompok paling rentan dan paling banyak menjadi korban dalam kasus-kasus tersebut.

Jenis kekerasan yang mendominasi adalah pelecehan seksual dan pencabulan, yang sebagian besar dilakukan oleh orang terdekat korban, termasuk anggota keluarga.

“Sekarang ini banyak kasus yang viral terkait pelecehan seksual, bahkan ada yang dilakukan oleh ayah kandung maupun ayah tiri. Ini membuktikan bahwa keluarga, yang seharusnya menjadi lingkungan teraman bagi anak, justru menjadi tempat yang berisiko,” ujar Titin.

Berita Lainnya  Pria Asal Jakarta Diamankan Polisi, Setelah Diduga Curi Sejumlah Rok Ajak SD

Selain kekerasan seksual, kasus penelantaran anak juga sering terjadi. Meski jenis kekerasan bervariasi, pelecehan seksual tetap menjadi persoalan utama yang harus segera ditangani.

Dalam upaya mencegah dan menangani kekerasan ini, DP3A terus melakukan edukasi dan sosialisasi melalui unit layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) hingga ke tingkat desa dan kecamatan. Kegiatan ini melibatkan aparat setempat, termasuk Kasi PMD di kecamatan, yang dianggap memahami kondisi wilayah masing-masing.

Berita Lainnya  Polisi Amankan Seorang Pria di Bekasi yang Posting Narasi Provokatif Ajakan 'Kepung DPR'

“Ketika masyarakat membutuhkan narasumber atau materi pencegahan kekerasan, kami selalu siap turun langsung. Koordinasi ini penting agar penanganan bisa cepat dan tepat,” jelas Titin.

Ia menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Titin menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari.

“Kalau anak belum pulang hingga larut malam, yang pertama kali tahu itu keluarga. Jadi pengawasan keluarga sangat menentukan. Jangan sampai anak merasa tidak aman di dalam rumah, karena dari situlah perlindungan anak seharusnya dimulai,” tegasnya.

Berita Lainnya  Polisi Tetapkan 3 Tersangka dalam Kasus Penggelapan Uang Rp 1,28 Miliar Konten Kreator Vilmei

Selain pengawasan keluarga, Titin juga menyebutkan bahwa sistem keamanan lingkungan (siskamling) dapat berperan besar dalam mencegah potensi terjadinya kekerasan. Dengan adanya patroli dan pemantauan lingkungan, aktivitas remaja yang sering nongkrong hingga larut malam dapat lebih terkontrol.

“Kalau ada siskamling, anak-anak yang berkerumun atau berduaan di luar bisa langsung dibubarkan. Itu otomatis akan memperketat pengawasan dan kami tentu mendukung penuh program pemerintah daerah,” tuturnya. (DIM)

Artikel ini telah terbit di BeritaCikarang.com : https://beritacikarang.com/kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-di-kabupaten-bekasi-terus-meningkat/

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan