Selasa, Juli 14, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Sempat Larang Anak dan Menantunya Buat Kegiatan Makan Gratis Warga

GARUT – Sehari sebelum peristiwa tewasnya tiga orang di kegiatan makan gratis bertajuk pesta rakyat di syukuran pernikahan anaknya Maula Akbar dan menantunya Wabup Garut Putri Karlina, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengaku sempat melarang kegiatan tersebut.

Karena acara yang disetujuinya hanya kegiatan resepsi pernikahan dan kegiatan bertemu dengan warga Garut pada Jumat (18/7/2025) malam. Selain dari pada kegiatan mengundang para Kepala Desa Garut, Karawang, Purwakarta dan Bekasi pada jumat sore.

Berita Lainnya  AKBP Adri Desas Furyanto Jatuh Didorong Pendemo, Bukan karena Akting

“Acara makan bersama warga ini saya termasuk dua kali melarang. Saya bilang tidak boleh membuat kegiatan yang mengundang warga, karena nanti tidak akan bisa diprediksi jumlah orang yang hadir,” tutur KDM, saat berada di rumah sakit Garut.

KDM mengaku tidak tahu ada acara makan gratis bersama warga. Ia mengaku kaget ketika mendengar kabar ada 3 orang tewas dalam kegiatan tersebut.

Namun demikian, karena peristiwa ini sudah terjadi, KDM mengaku akan bertanggungjawab atas kegiatan yang dilakukan anak dan menantunya tersebut.

Berita Lainnya  Lagi, Peserta SPPI Kopdes Meninggal Dunia saat Ikuti Latsarmil

“Ya sudahlah, meskipun itu dilarang dan tanpa sepengetahuan orangtuanya tetap dilaksanakan, sebagai orangtua harus bertanggungjawah atas apa yang dilakukan anaknya,” kata KDM.

Sebelumnya diberitakan, kegiatan makan gratis yang menimbulkan kerumunan dan desakan warga yang tidak terkendali ini menyebabkan tiga orang tewas.

Yaitu dari mulai korban anggota kepolisian hingga anak-anak. Adapun korban jiwa yang terkonfimasi meninggal runia adalah :

– Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri
– Dewi Jubaedah (61)
– Bripka Cecep Saeful Bahri (39)

Berita Lainnya  Pick Up Rombongan Antar Pengantin di Indramayu Ditabrak Truk Tronton, 13 Penumpang Meninggal Dunia

***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG - Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang - Sumatera Barat, meledakan bom...

KPK Dalami Aliran Dana Rp100 juta ke Gus Miftah dalam Kasus Korupsi Proyek JGSS

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah yang diduga menerima Rp 100 juta dari proyek pembangunan jalur...

Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah – Jaksel

JAKARTA - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY...

2 Saksi Ahli Nilai Penangkapan Ade Kunang Tidak Penuhi Karakteristik OTT

BANDUNG - Dua saksi ahli dihadirkan tim penasihat hukum Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang alias Abah Kunang, di persidangan...

Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

KARAWANG - Beberapa orang yang mengatasnamakan gerakan Masyarakat Karawang (Maskar), melakukan aksi demonstrasi dan orasi di depan kantor Bupati Karawang, Senin (13/7/2026). Beberapa orang ini...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan