Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Minta Kapolda Jabar Bebaskan Mahasiswa yang Ditangkap

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara tegas meminta Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, untuk membebaskan mahasiswa yang ditangkap saat mengikuti aksi unjuk rasa.

Menurut Dedi, mayoritas mahasiswa tersebut hanya melakukan kenakalan yang tidak masuk kategori kriminal.

Ia menilai, dalam sebuah demonstrasi, selalu ada perilaku spontan mahasiswa yang sebaiknya tidak langsung dipandang sebagai tindak pidana.

“Saya juga sampaikan kepada Kapolda Jabar sebagai orang tua dari anak-anak di Jawa Barat yang setiap hari berinteraksi, pasti di antara mereka yang ikut demonstrasi itu ada yang nakal. Yang nakalnya ada dua, nakal tanpa kriminal dan nakal kriminal,” kata Dedi dalam forum dialog antara pemerintah dan kelompok mahasiswa di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (3/9/2025).

Dedi mencontohkan, kenakalan mahasiswa tanpa kriminal biasanya berupa teriak-teriak, dorong-dorongan massa, atau membuat jalanan macet.

Sementara itu, kategori kriminal baru bisa disematkan pada mahasiswa yang membawa senjata tajam hingga narkoba dalam aksi. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa yang tidak terbukti melakukan tindak pidana dapat segera dibebaskan.

Berita Lainnya  Pemerintah Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Sikap Dedi Terhadap Mahasiswa yang Ditahan?

Dedi menekankan bahwa pemerintah provinsi tidak ingin mematikan semangat mahasiswa dalam menyampaikan pendapat. Ia menambahkan, masih ada sejumlah mahasiswa dari organisasi kemahasiswaan yang hingga kini ditahan.

“Mudah-mudahan harapan saya, termasuk ada anak-anak yang masih ditahan, harapan saya mudah-mudahan Pak Kapolda bisa membebaskan mereka,” ucapnya.

Gubernur Jabar itu juga menyampaikan niatnya untuk mendatangi Polda Jabar secara langsung agar permintaannya dapat segera dikabulkan.

“Setelah ini juga, saya akan datang ke Polda Jabar menemui mereka. Mudah-mudahan hari ini Pak Kapolda, bisa mereka pulang. Karena kasihan ibu bapaknya nangis-nangis telepon saya,” tuturnya.

Pandangan Dedi Tentang Aktivisme Mahasiswa?

Dalam dialog tersebut, Dedi mengungkapkan bahwa banyak pejabat yang kini duduk di pemerintahan dulunya adalah aktivis mahasiswa yang sering turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi.

“Karena jadi pejabat-pejabat ini dulunya gini (turun ke jalan unjuk rasa), mudah-mudahan teman-teman, kalau 10 tahun, jadi pejabat,” ucapnya di hadapan mahasiswa.

Sebagai mantan Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Dedi memahami dinamika aksi mahasiswa.

Berita Lainnya  Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap Saat akan Melarikan Diri

Menurutnya, aparat hukum mungkin melihat aksi dengan kacamata keamanan, namun ia memandangnya sebagai bagian dari kenakalan remaja.

“Kalau remaja hari ini tidak nakal, biasanya tidak jadi pejabat di kemudian hari,” ucapnya sambil bercanda.

Baginya, pengalaman masa muda, termasuk dinamika aksi, adalah bagian dari perjalanan menuju kedewasaan seseorang.

Respon Kapolda Jabar

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak antikritik. Dalam forum tersebut, ia mengapresiasi masukan yang datang dari mahasiswa.

“Saya ucapkan terima kasih ke adik-adik mahasiswa atas masukannya. Semua (masukan) saya anggap sesuatu yang konstruktif, membangun, dan Insya Allah akan kami tindak lanjuti,” kata Rudi.

Ia juga menegaskan keterbukaan aparat kepolisian, termasuk ketika Dedi menyatakan ingin menjenguk mahasiswa yang ditahan di Mapolda Jabar.

“Mangga (silakan) saja. Kami terbuka dan penyidikan pun terbuka. Kami sedang dalam proses (pendataannya), nanti kami akan sampaikan, mohon doanya,” ujarnya.

Berapa Jumlah Mahasiswa yang Diamankan?

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa jumlah orang yang diamankan masih berada di kisaran 147 orang. Dari jumlah itu, sebagian sudah dikembalikan ke keluarganya.

Berita Lainnya  Akal-akalan Korupsi Bupati Pekalongan, ART Jadi Dirut Perusahaan

“Untuk datanya masih sama dengan kemarin ya (147 orang). Mungkin nanti akan ada data terbaru kami akan sampaikan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa dari Universitas Islam Bandung (Unisba), Muhammad, menyampaikan kritik terhadap kepolisian terkait penggunaan gas air mata di area kampus Unisba dan Universitas Pasundan (Unpas) di Jalan Tamansari, Kota Bandung.

“Kawan-kawan menyoroti kejadian dan dinamika yang terjadi kemarin. Di mana aparat kepolisian menembakan gas air mata ke area kampus hingga membuat mahasiswa di Unisba dan Unpas terdampak. Undang-undang menjelaskan bagaimana bapak-bapak kepolisian harusnya bertindak,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Dedi Mulyadi Desak Kapolda Jabar Bebaskan Mahasiswa: Kasihan Ibu Bapaknya Nangis Telepon Saya”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/jawa-barat/read/2025/09/03/153000788/dedi-mulyadi-desak-kapolda-jabar-bebaskan-mahasiswa–kasihan-ibu?page=all.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap Saat akan Melarikan Diri

JAKARTA - Polisi menangkap WNA Irak berinisial F yang merupakan pelaku pembunuhan cucu seniman senior Mpok Nori, DA (37) di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur....

Pemerintah Wacanakan Siswa Belajar di Rumah

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan kebijakan efisiensi energi perlu mempertimbangkan pengalaman saat masa pandemi COVID-19. "Langkah efisiensi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan