Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA – Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan sekolah tersebut, Untung Sangaji, mengatakan bahwa awalnya pihaknya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan para murid.

“Namun tiba-tiba ketika kita membuka (ruangan) untuk kepentingan sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata. Air gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur,” jelas Untung saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Untung menjelaskan, selain air gun, pihaknya juga menemukan satu pucuk shotgun kaliber 12/70.

“Jumlah senjata genggam itu 995. Lalu shotgun-nya satu, kaliber 12/70,” jelasnya.

Setelah penemuan pertama pada 10 Juli 2026, pihak sekolah kembali membuka ruangan lain dengan pendampingan dari kepolisian pada Rabu (5/8/2026).

Pendampingan kepolisian dilakukan lantaran sebelumnya ditemukan senjata di ruangan yang dibuka.

“Tadi malam saya ingin juga menggunakan dua ruangan untuk kepentingan guru. Kita konfirmasi dengan Kasat, saya memohon agar saya minta didampingi,” kata Untung.

Berita Lainnya  Menkes Ungkap Kopdes akan Beroperasi sebagai Klinik Pratama, Bisa Pakai BPJS Kesehatan

“Lalu setelah kita membuka dan menggeledah untuk kita rapikan, eh ada laras senjata api kaliber 5.56 (mm). Kemudian ada senjata genggam kaliber 40 dan 9 mili,” sambungnya.

Selain itu, ia dan polisi juga menemukan magazine jenis Glock yang dapat menampung 30 peluru, senjata jenis Walther, senjata kaliber 22, serta magazine untuk senjata jenis M4. Tak hanya itu, ditemukan pula alat pembuat peluru yang diduga ilegal.

“Dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang. Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?” tutur Untung.

Tidak hanya senjata, pihaknya juga menemukan narkotika dan sejumlah kepingan VCD porno. “Ada narkoba kita temukan. Ada di situ dengan VCD kurang lebihnya 25 kaset yang berbeda. Ini kok ada di situ? Lalu kemudian saya laporan, tambah tim (polisi) datang untuk mereka lihat,” tambahnya.

Berita Lainnya  Warga Kembali Terpapar Gas Kaustik, LBH Cakra Indonesia Desak PT. Pindo Deli 2 Diproses Pidana Korporasi

Tidak hanya senjata, pihaknya juga menemukan narkotika dan sejumlah kepingan VCD porno.

“Ada narkoba kita temukan. Ada di situ dengan VCD kurang lebihnya 25 kaset yang berbeda. Ini kok ada di situ? Lalu kemudian saya laporan, tambah tim (polisi) datang untuk mereka lihat,” tambahnya.

Untung menuturkan, pihaknya kemudian meminta bantuan Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Polda Metro Jaya untuk memastikan jenis senjata yang ditemukan.

Menurut dia, petugas membedakan jenis senjata melalui kondisi larasnya. Senjata dengan laras polos disebut bukan senjata tajam, sedangkan laras yang memiliki alur menunjukkan jenis senjata api.

“Coba disenter (Wasendak, senjata) apa itu? Ada alur lengkap. Nah ini senjata tajam. Dan produksi senjata tajam di situ (ruangan) tidak boleh. Pindad bisa marah. TNI sama Polri bisa ngamuk ini kalau ada begini,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 995 senjata api ditemukan di suatu ruangan kepala yayasan di sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026).

Berita Lainnya  Nusron Wahid Dua Kali Mangkir Panggilan Penyidik KPK

Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, bercerita, saat itu senjata ditemukan dengan pendampingan kepolisian untuk membuka pintu ruangan tersebut karena sudah lama terkunci.

“Hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesori senjata yang lain,” tutur Hermawanto ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Menurut Hermawanto, hingga kini masih ada ruangan-ruangan lainnya di sekolah yang terkunci. Pihaknya masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk membuka semua ruangan tersebut. Kata dia, ada beberapa ruangan yang belum diketahui isinya.

“Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka,” tutur dia.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan