KARAWANG – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dikabarkan akan merekontruksi jalan rusak di sepanjang jalan nasional Klari-Jatisari, Kabupaten Karawang, yang selama ini dikeluhkan warga, karena telah banyak menelan korban kecelakaan lalu lintas.
Kabar ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), usai menggelar rapat koordinasi dengan Kemen PU, Balai Pengelola Jalan Tol, BBWS, serta bupati/wali kota se-Jabar, termasuk Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, di Lembur Pakuan Subang, Kamis (5/2/2026).
Untuk penataan wilayah keluar-masuk gerbang tol Karawang, KDM kembali menegaskan jika gerbang Tol Karawang Barat menjadi kewenangan Pemprov Jawa Barat. Sementara gerbang Tol Karawang Timur menjadi kewenangan Pemkab Karawang.
Melalui rakor ini, KDM menegaskan jika Pemprov Jabar sudah mengusulkan rekontruksi jalan Karawang-Cirebon, bukan lagi tambal sulam.
“Tadi kita ngusulin bukan tambal, tapi rekontruksi,” kata KDM, dilansir dari unggahan video instagram @dedimulyadi71.
Diunggahan video sebelumnya, perwakilan dari Dirjen Kemen PU juga berjanji akan menambal kerusakan jalan nasional di Karawang sebelum lebaran.
“Nanti insha Allah Pak Gubernur, sebelum lebaran jalannya sudah kita tambal semua,” tuturnya.
“Kapan rekonstruksinya,” tanya KDM.
Dirjen Kemen PU menjelaskan bahwa rekonstruksi jalan akan dilakukan setelah lebaran. Yaitu dengan kebutuhan anggaran untuk rekonstruksi jalan nasional dari Bekasi hingga Cirebon sebesar Rp 1,4 triliun. Sementara anggaran tersedia saat ini sekitar Rp 500 miliar.***










