Selasa, September 22, 2026
Google search engine

‘Satu Sekolah Satu Dapur’, Solusi Keracunan MBG

KARAWANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah pusat adalah kebijakan strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak bangsa serta menekan angka stunting. Namun dalam praktik di lapangan, muncul berbagai persoalan serius yang tidak boleh diabaikan, terutama terkait kualitas makanan, pola distribusi, dan akuntabilitas penyelenggaraan.

Permasalahan di lapangan banyak pendor dadakan dan kuota semu, banyak dapur penyedia makanan muncul secara dadakan hanya untuk mengejar kuota proyek, tanpa standar kelayakan dan tanggung jawab jangka panjang.

Akibatnya, mutu makanan tidak sejalan dengan prinsip gizi seimbang yang menjadi tujuan utama program. Selain itu bahan makanan asal-asalan.

Pengadaan bahan makanan kerap tidak melalui proses seleksi yang ketat. Demi mengejar keuntungan, bahan yang digunakan sering kali tidak segar, bahkan tidak layak konsumsi.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Dalam persoalan lain adalah pendistribusian tidak tepat sasaran. Makanan yang ditimbun berjam-jam sebelum didistribusikan menimbulkan risiko besar, termasuk kejadian keracunan massal pada siswa di beberapa daerah. Ini jelas bertolak belakang dengan semangat program yang ingin melahirkan generasi sehat dan cerdas.

Maka dengan itu, Karawang Budgeting Control (KBC) mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan menerapkan sistem dapur melekat di sekolah dengan prinsip berikut ;

1. Integrasi Penuh dengan Sekolah

Setiap sekolah memiliki dapur sendiri yang dikelola langsung di lingkungan sekolah, bukan oleh pendor eksternal dadakan.

2. Standarisasi Nasional

Pemerintah harus menetapkan standar gizi, higienitas, dan proses masak yang seragam, dengan pengawasan dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta komite sekolah, pengawasan kolektif
Guru, komite sekolah, dan orang tua dapat dilibatkan untuk memastikan kualitas makanan sesuai dengan standar gizi.

Berita Lainnya  Pendaki Semeru Hilang, Ketika Aturan Keselamatan Diabaikan, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?

3. Dampak Ganda Ekonomi Lokal

Dengan dapur melekat, bahan makanan bisa dipasok langsung dari petani lokal, nelayan, dan UMKM sekitar sekolah. Hal ini tidak hanya menjamin kesegaran bahan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

KBC menilai, program makan gratis tidak boleh sekadar menjadi proyek politik atau seremonial, melainkan harus menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas generasi bangsa. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian.

Berita Lainnya  Publik Masih Penasaran Alasan Purbaya Dicopot dari Posisi Menkeu

Keracunan dan rendahnya kualitas makanan audit sistem distribusi yang rawan penyalahgunaan, maka penerapan pilot project “Satu Sekolah Satu Dapur” disetiap daerah sebagai model percontohan.

KBC menegaskan, program MBG adalah gagasan mulia yang harus diselamatkan dengan tata kelola yang transparan, profesional, dan berpihak pada anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

Satu Sekolah Satu Dapur adalah solusi konkret yang tidak hanya menjamin kesehatan siswa, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat di tingkat lokal.

Ditulis :
Ricky Mulyana
Direktur Eksekutif KBC

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan