KARAWANG – Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Karawang, Muslim Hafidz, M.Si., mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menyeret dua mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) ke ranah hukum.
Muslim Hafidz menegaskan bahwa kasus tersebut harus ditangani secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Penyelidikan tidak boleh berhenti pada pihak-pihak yang diduga terlibat langsung, tetapi juga harus mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual apabila ditemukan bukti yang mengarah ke sana.
“Usut tuntas siapa pun yang berada di belakangnya. Jangan sampai hukum hanya menyentuh pelaku di lapangan, sementara pihak yang mungkin merencanakan, memerintahkan, atau menggerakkan aksi kekerasan justru luput dari proses hukum,” tegas Muslim Hafidz, Senin (28/9/2026).
“Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam kehidupan organisasi. Namun, tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan. Mahasiswa harus membangun tradisi intelektual, bukan mempertontonkan kekuatan fisik,” timpalnya.
Gus Ucim (sapaan akrab) juga meminta pihak UNSIKA memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Sebagai institusi pendidikan tinggi, universitas memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh mahasiswanya mendapatkan perlindungan dan rasa aman.
Ia berharap pihak kampus bersikap kooperatif dalam membantu proses penyelidikan serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kewenangannya.
“KAHMI Karawang akan terus mengawal perkembangan kasus ini. Kami menghormati asas praduga tak bersalah, tetapi kami juga menuntut agar keadilan benar-benar ditegakkan. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kader dan alumni HMI untuk tetap menjaga solidaritas, tidak terpancing provokasi, serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Solidaritas kader harus diwujudkan melalui perjuangan menegakkan keadilan, bukan dengan membalas kekerasan menggunakan kekerasan. Kita ingin persoalan ini terang-benderang, seluruh pihak yang bertanggung jawab terungkap, dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.***

