Minggu, September 20, 2026
spot_img

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena dinilai menawarkan penghasilan yang lebih besar.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Karawang Marwati mengatakan, selain merupakan kawasan industri, Karawang juga menjadi daerah perlintasan. Kondisi itu membuat banyak orang dari luar daerah memilih beraktivitas di wilayah Karawang.

Sebelumnya, Dinsos bersama Satpol PP Karawang menggelar razia terhadap gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen. Sebanyak 52 orang terjaring dalam operasi tersebut.

Berita Lainnya  DPO 2 Tahun, Mantan Bupati Minahasa Utara Ditangkap di Mimika - Papua

Hasil pendataan menunjukkan hanya 34 orang yang merupakan warga Karawang. Sementara 18 lainnya berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, Lampung, dan Jawa Timur.

“Dari 52 orang yang terjaring dalam razia pada Kamis malam (23/7), hanya 34 orang yang tercatat sebagai warga Karawang. Sisanya 18 orang adalah pendatang dari berbagai daerah,” kata Marwati di Karawang, Sabtu (25/7).

Menurut Marwati, para pendatang tersebut umumnya berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari penghasilan yang lebih besar.

Berita Lainnya  Beli Rokok Tapi Duitnya Kurang, Preman Kampung ini Ancam Gadis Pemilik Warung, Berakhir Diciduk Polisi

Penghasilan Jadi Pengemis di Karawang Bisa Rp 70 – 150 Ribu per Hari

Gelandangan, pengemis, dan pengamen mengaku bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 70.000-Rp 150.000 per hari saat beraktivitas di Karawang. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan di daerah asal mereka.

Sementara itu, para pemulung mengaku dapat menjual barang rongsokan seharga Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan di daerah lain.

“Ada penghasilan yang lebih menjanjikan di Karawang. Karena itu, mereka memilih beraktivitas di wilayah Karawang,” ujarnya.

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

Kepala Dinsos Karawang Agus Kurnia mengatakan penanganan gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen tidak cukup dilakukan melalui penertiban.

Menurut dia, penanganan juga harus disertai rehabilitasi sosial, pemberdayaan, dan pemulihan fungsi sosial agar mereka dapat kembali hidup secara mandiri.

Ia pun mengimbau masyarakat melapor jika menemukan gelandangan, pengemis, pemulung, atau pengamen yang membutuhkan penanganan.***

Sumber : Liputan6.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan