KARAWANG – Anggota Komisi V DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (RDP) meninjau kondisi banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Sabtu (24/1/2026).
Melalui kesempatan ini, Rieke juga didampingi Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh saat mengunjungi para pengungsi korban banjir Karangligar.
Rieke mengatakan, jika persoalan banjir di Karawang dan Bekasi tidak bisa disikapi secara parsial dengan menyalahkan pemerintah daerah setempat yang dianggap tidak bisa menangani persoalan banjir.
Karena menurutnya, faktor persoalan banjir di Karawang dan Bekasi ada di wilayah hulu. Yaitu dimana pembangunan Bendungan Cibe’et dan Cijurey di Kabupaten Bogor tak kunjung selesai.
Rieke menyebut jika Bupati Karawang sudah berjuang mati-matian untuk mengatasi persoalan banjir yang disebabkan oleh luapan air Sungai Citarum. Tetapi upaya apapun yang dilakukan pemerintah daerah akan sia-sia, karena debit air yang masuk melampaui daya tampung sungai, terlebih saat curah hujan tinggi.
“Bupati Karawang sudah berjuang luar biasa, tapi masalah banjir ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri oleh Karawang atau Bekasi. Ini masalah sistemik di hilir Citarum yang solusinya adalah penyelesaian Bendungan
Cibeet dan Cijurey,” kata Rieke.
Dalam kesempatan tersebut, Rieke menyampaikan seruan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Komisi V DPR RI, hingga Menteri Keuangan. la mendesak
agar pemerintah mengembalikan alokasi anggaran yang memadai untuk proyek bendungan yang seharusnya bersifat
multiyears hingga 2026 tersebut.
Sebelum mengunjungi banjir Karangligar, Rieke juga melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek Bendungan Cibeet dan Cijurey. Hasilnya mengejutkan, proyek yang menjadi tumpuan harapan warga Jawa Barat ini ditemukan dalam kondisi kritis akibat ketiadaan dana.
Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran yang direncanakan untuk Bendungan Cibeet mencapai Rp 5,4 triliun. Namun hingga saat ini baru terealisasi sekitar Rp 600 miliar atau sekitar 5%.
Ironisnya, untuk tahun anggaran 2026, proyek yang seharusnya menerima kucuran dana Rp 1 triliun justru hanya dialokasikan sebesar Rp 34 miliar dengan dalih efisiensi.
“Kang Purbaya (Menteri Keuangan) itu orang Bogor, jadi plis anggaran bendungan jangan di-efisiensi. Karena tiap tahun Jabodetabek banjir, khususnya Karawang-Bekasi. Padahal ini kawasan industri yang banyak aktivitas terdampak,” kata Rieke, saat sidak di Bendungan Cibe’et.
Pemkab Karawang akan Bangun Rumah Pompa
Sementara dilansir dari Kominfo Karawang, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Telukjambe Barat pada Sabtu (24/1/26).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya dalam memitigasi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah termasuk Karangligar. Salah satu yang tengah ditempuh yaitu pembangunan rumah pompa.
Terkait pembangunan rumah pompa, ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan berkolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang.
“Pemerintah daerah untuk anggaran pembebasan tanah udah kami siapkan, udah clear. Kita udah berkolaborasi dengan BPN Karawang,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian terus dilakukan.
“Besar harapan mudah-mudahan juga ke depan apa yang menjadikan keinginan masyarakat, kami sudah koordinasi dengan BBWS dan Kementerian mudah-mudahan di bulan Juli ini selesai,” ujarnya.
Sementara itu, ia menyebutkan bahwa data yang dihimpun BPBD Karawang pagi ini tercatat sebanyak sebanyak 21 kecamatan dan 53 desa yang terdampak banjir.
“Hingga tadi pagi, ini sudah ada 21 Kecamatan, ada 53 desa tentunya yang terdampak banjir. Kita akan lihat situasi sampai sore ini kira-kira seperti apa,” ujarnya.
Ia menyebutkan upaya lain yang telah dilakukan pemerintah saat ini untuk penanganan banjir di sejumlah wilayah yaitu pendirian posko pengungsian, dapur umum, posko kesehatan, pompa air hingga bantuan sembako.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aep bersama Rieke Diah Pitaloka menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada warga terdampak banjir. Sebelumnya, rombongan juga telah melakukan peninjauan banjir di Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat.***










