Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

RDP : Bupati Karawang Mati-matian Tangani Banjir

KARAWANG – Anggota Komisi V DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (RDP) meninjau kondisi banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Sabtu (24/1/2026).

Melalui kesempatan ini, Rieke juga didampingi Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh saat mengunjungi para pengungsi korban banjir Karangligar.

Rieke mengatakan, jika persoalan banjir di Karawang dan Bekasi tidak bisa disikapi secara parsial dengan menyalahkan pemerintah daerah setempat yang dianggap tidak bisa menangani persoalan banjir.

Karena menurutnya, faktor persoalan banjir di Karawang dan Bekasi ada di wilayah hulu. Yaitu dimana pembangunan Bendungan Cibe’et dan Cijurey di Kabupaten Bogor tak kunjung selesai.

Rieke menyebut jika Bupati Karawang sudah berjuang mati-matian untuk mengatasi persoalan banjir yang disebabkan oleh luapan air Sungai Citarum. Tetapi upaya apapun yang dilakukan pemerintah daerah akan sia-sia, karena debit air yang masuk melampaui daya tampung sungai, terlebih saat curah hujan tinggi.

“Bupati Karawang sudah berjuang luar biasa, tapi masalah banjir ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri oleh Karawang atau Bekasi. Ini masalah sistemik di hilir Citarum yang solusinya adalah penyelesaian Bendungan
Cibeet dan Cijurey,” kata Rieke.

Berita Lainnya  Akal-akalan Korupsi Bupati Pekalongan, ART Jadi Dirut Perusahaan

Dalam kesempatan tersebut, Rieke menyampaikan seruan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Komisi V DPR RI, hingga Menteri Keuangan. la mendesak
agar pemerintah mengembalikan alokasi anggaran yang memadai untuk proyek bendungan yang seharusnya bersifat
multiyears hingga 2026 tersebut.

Sebelum mengunjungi banjir Karangligar, Rieke juga melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek Bendungan Cibeet dan Cijurey. Hasilnya mengejutkan, proyek yang menjadi tumpuan harapan warga Jawa Barat ini ditemukan dalam kondisi kritis akibat ketiadaan dana.

Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran yang direncanakan untuk Bendungan Cibeet mencapai Rp 5,4 triliun. Namun hingga saat ini baru terealisasi sekitar Rp 600 miliar atau sekitar 5%.

Ironisnya, untuk tahun anggaran 2026, proyek yang seharusnya menerima kucuran dana Rp 1 triliun justru hanya dialokasikan sebesar Rp 34 miliar dengan dalih efisiensi.

“Kang Purbaya (Menteri Keuangan) itu orang Bogor, jadi plis anggaran bendungan jangan di-efisiensi. Karena tiap tahun Jabodetabek banjir, khususnya Karawang-Bekasi. Padahal ini kawasan industri yang banyak aktivitas terdampak,” kata Rieke, saat sidak di Bendungan Cibe’et.

Berita Lainnya  Program Gentengisasi di Jabar Dimulai, Pemerintah Borong Genteng Jatiwangi Rp 3 Miliar

Pemkab Karawang akan Bangun Rumah Pompa

Sementara dilansir dari Kominfo Karawang, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Telukjambe Barat pada Sabtu (24/1/26).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya dalam memitigasi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah termasuk Karangligar. Salah satu yang tengah ditempuh yaitu pembangunan rumah pompa.

Terkait pembangunan rumah pompa, ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan berkolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang.

“Pemerintah daerah untuk anggaran pembebasan tanah udah kami siapkan, udah clear. Kita udah berkolaborasi dengan BPN Karawang,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian terus dilakukan.

“Besar harapan mudah-mudahan juga ke depan apa yang menjadikan keinginan masyarakat, kami sudah koordinasi dengan BBWS dan Kementerian mudah-mudahan di bulan Juli ini selesai,” ujarnya.

Berita Lainnya  Polda Metro Jaya Ikut Selidiki, Rieke Ajukan Perlindungan Keluarga Korban ke LPSK

Sementara itu, ia menyebutkan bahwa data yang dihimpun BPBD Karawang pagi ini tercatat sebanyak sebanyak 21 kecamatan dan 53 desa yang terdampak banjir.

“Hingga tadi pagi, ini sudah ada 21 Kecamatan, ada 53 desa tentunya yang terdampak banjir. Kita akan lihat situasi sampai sore ini kira-kira seperti apa,” ujarnya.

Ia menyebutkan upaya lain yang telah dilakukan pemerintah saat ini untuk penanganan banjir di sejumlah wilayah yaitu pendirian posko pengungsian, dapur umum, posko kesehatan, pompa air hingga bantuan sembako.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aep bersama Rieke Diah Pitaloka menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada warga terdampak banjir. Sebelumnya, rombongan juga telah melakukan peninjauan banjir di Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan