Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Pemkab Bekasi Setengah Hati Dukung Pondok Pesantren

BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi seperti setengah hati dalam mendukung pesantren. Pasalnya, hingga kini belum ada Peraturan Bupati (Perbup) sebagai turunan dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Bekasi, Suryadi Zaini, mengatakan sejak Perda disahkan belum ada tindak lanjut berupa Perbup. Akibatnya, 330 pesantren belum dapat memperoleh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Oleh karena itu, FPP mendesak bupati segera mengimplementasikan Perda tersebut dengan menerbitkan Perbup.

“Kami mendesak agar Perbupnya segera diterbitkan,” kata Zaini, baru-baru ini.

Menurut Suryadi, lahirnya Perda tersebut merupakan hasil perjuangan panjang para pengurus pesantren di Bekasi yang telah berlangsung bertahun-tahun, bahkan melewati pergantian kepala daerah.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Ia menilai, keberadaan Perbup penting untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan serta kegiatan keagamaan, agar pesantren dapat berfungsi optimal sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Dari ratusan pesantren di Kabupaten Bekasi, lanjutnya, masih banyak yang belum memiliki fasilitas memadai. Karena itu, FPP berharap Bupati Bekasi definitif, Ade Kuswara Kunang, dapat segera menindaklanjuti dengan menerbitkan Perbup.

“Ini sangat ditunggu para kiai, pimpinan pesantren, dan santri. Sekarang Bupati Ade sudah definitif, kami harap Perbup bisa segera lahir,” tambahnya.

Dengan adanya aturan turunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi memiliki dasar hukum yang kuat untuk memberikan dukungan penyelenggaraan pesantren.

Berita Lainnya  FH UNSIKA Gelar Seminar Jurnalistik, Bahas Peran Media dalam Membentuk Kesadaran Publik

“Kalau Perbup sudah ada, pemerintah daerah punya pijakan hukum yang kuat. Maka bantuan, pembinaan, dan program bisa langsung diarahkan ke pondok pesantren,” terang Zaini.

Ia menambahkan, bantuan dari pemerintah daerah akan menjadi angin segar bagi pengurus pesantren, terutama setelah adanya pemangkasan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, FPP juga berharap adanya bantuan operasional bagi santri setiap semester sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Kami berharap ada bantuan operasional santri melalui pondok pesantren. Nominalnya tentu disesuaikan dengan anggaran, tetapi prinsipnya ini bentuk perhatian nyata pemerintah kepada pendidikan pesantren,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menyatakan pihaknya menunggu langkah pemerintah daerah untuk menerbitkan Perbup yang mengatur teknis fasilitasi bagi pesantren. Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter dan pemberdayaan generasi muda.

Berita Lainnya  Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

“Kalau Perbup sudah keluar, maka pemerintah daerah bisa hadir lebih nyata di pesantren. Kita semua tahu peran pesantren di Bekasi sangat signifikan, sehingga sudah sepatutnya difasilitasi dengan regulasi yang jelas,” tandas Ade. (ris)

Artikel ini telah tayang di RadarBekasi.id : https://radarbekasi.id/2025/10/06/pemkab-bekasi-setengah-hati-dukung-pesantren/

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan