Kamis, Oktober 15, 2026
Google search engine

Kembangkan Sepak Bola Wanita, PSSI Kerja Sama dengan UNESA

SURABAYA – PSSI terus berupaya mengembangkan sepak bola wanita diantaranya dengan penyelenggaraan program-program di daerah. Kali ini dengan menggandeng Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, PSSI akan bekerja sama strategis untuk Sport Science terhadap Timnas Putri Indonesia.

Proses kerja sama ini akan menjadi Pilot Project kegiatan Timnas Putri di tahun 2025. Apalagi pada tahun ini Timnas Putri Indonesia akan mengikuti sejumlah agenda internasional seperti ASEAN Women’s Championship 2025, Kualifikasi Piala AFC serta uji coba internasional dan lain-lain.

Seremoni kerja sama ini dihadiri oleh sejumlah pihak dari PSSI, KONI, dan Unesa di Gedung Rektorat Kampus 2 Unesa, Surabaya, Kamis (16/1).

Anggota Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono mengapresiasi kerja sama tersebut karena dukungan penuh UNESA serta Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan untuk sepak bola wanita dan bersama-sama membangun sepak bola Indonesia.

“PSSI berterima kasih kepada UNESA, KONI Pusat, KONI Jatim yang hadir langsung untuk memonitor Program kerjasama ini dan tentunya stimulus ini akan diikuti oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan secara nasional atas kerja sama ini yang akan memberikan dampak positif pengembangan sepak bola wanita di Indonesia dan juga cabang olahraga lain,” kata Vivin Cahyani Sungkono.

Berita Lainnya  Siap Berjuang Harumkan Nama Karawang, Atlet ISSI Segera Bertarung di PORPROV XV Jabar Tahun 2026

“UNESA seperti diketahui sudah berpengalaman dalam hal ini karena terlibat dalam kerjasama dengan KONI Pusat dan KONI Jatim dalam monitoring atlet dari berbagai cabor terutama untuk area Jawa Timur. Selain kerja sama dengan Timnas secara langsung, UNESA juga bekerjasama dengan PSSI dalam pelaksanaan program pengembangan sepak bola Wanita di Indonesia, dengan menjadi tuan rumah dalam menyelenggara kursus kepelatihan lisensi D khusus wanita yang merupakan salah satu bagian dari program FIFA-GIZ : Woman Empowerment in Sports,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI, Marciano Norman, mengapresiasi langkah yang ditempuh PSSI dan Unesa. Kerja sama ini akan membuat para atlet mendapatkan kesempatan untuk lebih berkembang lagi.

“Dukungan dari perguruan tinggi sangat berarti karena selama ini PSSI sudah berupaya melakukan pembinaan. Pengembangan dengan dukungan tenaga ahli dan fasilitas yang mumpuni bisa membuat prestasi Timnas Putri Indonesia meningkat,” ujar Marciano.

Berita Lainnya  35 Tahun Puasa Trofi, Timnas Indonesia Akhirnya Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Seperti diketahui, Program FIFA-GIZ: Women Empowerment in Sports hadir sebagai inisiatif strategis yang bertujuan mempromosikan kesetaraan gender di bidang olahraga, khususnya sepakbola. Program ini merupakan upaya dari GIZ- organisasi kerja sama internasional milik pemerintah Jerman yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan – untuk mendukung federasi anggota FIFA melalui pendanaan yang ditujukan pada pemberdayaan perempuan dalam sepak bola.

PSSI menjadi salah satu dari tiga federasi sepak bola dari total 211 anggota FIFA yang terpilih menerima donor bergengsi ini. Melalui kerja sama dengan Le Guilde, yang bertindak sebagai operator program, serta supervisi dari FIFA Women’s Football Department, program ini dirancang untuk mengakselerasi pengembangan sepak bola wanita di Indonesia.
Sebagai bentuk implementasi, PSSI memberikan beasiswa pelatihan Lisensi D kepada kandidat-kandidat potensial yang dianggap mampu menjadi agen perubahan dalam sepakbola wanita. Program ini selaras dengan Strategi Sepak bola Wanita PSSI 2024–2028, yang memiliki fokus pada pengembangan karir dan peningkatan kapasitas individu dalam ekosistem sepak bola wanita di Indonesia.
Tidak hanya berhenti pada pemberian Lisensi D, program ini juga mencakup proses monitoring yang akan berlangsung hingga peserta dapat melanjutkan ke jenjang kepelatihan berikutnya, yakni Lisensi C. Logbook peserta akan menjadi alat utama dalam proses evaluasi tersebut. Selain itu, penerima beasiswa akan mendapatkan pengetahuan tambahan di bidang grassroots football dan safeguarding.
Proses monitoring ini dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan April 2025 sebagai bagian dari komitmen PSSI untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan kontribusi nyata dapat terwujud dalam membangun fondasi sepakbola wanita yang lebih kuat dan inklusif di Indonesia.
Timnas Putri Indonesia asuhan pelatih Satoru Mochizuki sudah melakoni pemusatan latihan (TC) di Surabaya pada 15 Januari hingga 13 Februari mendatang.***
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Selebgram Berlliana Lovell Alami Pelecahan Saat Sedang Live TikTok

Selebgram Berlliana Lovell baru-baru ini mengalami pelecahan verbal saat sedang melakukan siaran langsung (live) di platform TikTok. Insiden tidak menyenangkan ini terjadi setelah ia secara...

Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan BNPB, KPK Tetapkan dan Tahan 5 Tersangka

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dan menahan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa terkait Dana Siap...

Kantor ATR/BPN Karawang Mengamali Kebakaran Hebat, 5 Unit Damkar Dikerahkan

KARAWANG - Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, mengalami kebakaran hebat pada Rabu...

Taklukan TC Viettel 1- 0, Maung Bandung Bertengger di Puncak Klasemen Grup E

BANDUNG - Persib Bandung berhasil menaklukan TC Viettel dalam laga lanjutan matchday 2 ACL Two 2026/27 pada Rabu (14/10/2026). Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan...

Jika Divonis Bebas, Febrie Adriansyah Siap Kembali Bertugas Berantas Korupsi Besar

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah menyatakan siap kembali bertugas di Kejaksaan Agung jika dirinya dinyatakan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan