Rabu, September 23, 2026
Google search engine

HUT Karawang ke-392, Kang Jimmy Teruskan Pesan Dedi Mulyadi

KARAWANG – Dalam kesempatan perayaan puncak milangkala atau HUT Kabupaten Karawang yang ke-392 tahun pada Minggu (14/9/2025) kemarin, ada pernyataan menarik yang disampaikan Mantan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy).

Pernyataan ini sebenarnya pesan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi yang disampaikan saat pidato di Rapat Paripurna HUT Karawang yang digelar DPRD Karawang.

Kemudian pesan tersebut kembali diteruskan Kang Jimmy usai rapat paripurna, saat diwawancarai salah satu awak media.

Secara kebetulan, kini antara Kang Dedi Mulyadi dengan Kang Jimmy sama-sama merupakan anggota Partai Gerindra. Begitupun dengan H. Aep Syaepuloh yang kini menjabat sebagai Bupati Karawang.

Awalnya Kang Jimmy mengucapkan milangkala Kabupaten Karawang ke-392 tahun yang merupakan tanah kelahirannya. Selanjutnya Kang Jimmy meneruskan pesan Kang Dedi Mulyadi untuk kepepimpinan di Karawang (H. Aep Syaepuloh – H. Maslani).

“Dirgahayu Karawang tercinta, inget saran Pak Gubernur tadi ya. Bahwa seorang leader (pemimpin) kantornya buka, rumah dinasnya buka, sering-sering turun ke jalan, sapa rakyat kecil. Karena rakyat kecil kalau lapar berbahaya, bisa melahirlan revolusi sosial. Begitu tadi kata Pak Dedi Mulyadi,” tutur Kang Jimmy, dilansir dari video instagram @ahmadzamakhsari.

Berita Lainnya  KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

Kemudian Kang Jimmy juga percaya jika kepeminpinan Karawang H. Aep – H. Maslani bisa mengikuti kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi di Pemprov Jawa Barat.

“Saya percaya Bupati dan Wakil Bupati Karawang bisa mengikuti jejak Kang Dedi Mulyadi. Hidup Bapak Aing pokok na mah lah..,” tutup Kang Jimmy dengan sedikit nada kelakar yang menjadi ciri khasnya.

Kang Jimmy dan istrinya Hj. Ida Zamakhsyari saat selfi dengan Kang Dedi Mulyadi, di ruang rapat paripurna DPRD Karawang. (Foto instagram @ahmadzamakhsari)

Dedi Mulyadi Sentil Tata Kota Karawang

Sebelumnya dalam pidato di rapat paripurna, Dedi Mukyadi menyentil soal tata kota Karawang, khususnya di wilayah Jalan Interchange Karawang Barat yang menjadi wajah Kota Karawang, karena merupakan pintu keluar masuk Tol Karawang Barat.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

Disampaikan KDM, pembangunan di Karawang kini berkembang cukup pesat. Karawang sebagai pusat industri di Jawa Barat, daerahnya harus tertata dengan baik.

Ia menyampaikan, sebagai daerah industri, maka Karawang harus memperhatikan tata kota dan mempercantik “wajah” atau pintu masuk menuju wilayah Karawang.

Jangan sampai terlihat ketimpangan pembangunan, khususnya di sekitar jalan Interchange Karawang Barat yang banyak bangunan bertingkat (hotel dan apartemen), tapi juga terdapat bangunan-bangunan PKL (Pedagang Kaki Lima) yang tidak tertata.

“Belum lagi rumput-rumput liar yang tumbuh cukup tinggi di jalan Interchange Karawang Barat, sampai menutupi pemandangan hamparan areal sawah dari jalan raya. Saya kira ini harus ditata. Ke depan akan kita lakukan penataan bersama” kata Dedi Mulyadi, dilansir dari Suara.com.

“Di sepanjang jalan Interchange Karawang Barat bukan tidak boleh ada PKL, tetapi pemerintah akan memberi ruang berjalan dengan penataan yang lebih rapi,” timpalnya.

Berita Lainnya  Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Korupsi KPR, Kerugian Negara Rp237 Miliar

KDM mengajak agar jajaran Pemkab Karawang bersama pemerintah kecamatan hingga tingkat desa memperhatikan tata kota yang baik, sebab kini Karawang menjadi salah satu kekuatan ekonomi di wilayah utara Jawa Barat.

KDM juga mengingatkan agar setiap lurah dan camat membuka ruang pengaduan bagi masyarakat, sehingga permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat tertangani dengan cepat.

“Saya ingin seluruh wilayah ini (Jawa Barat) terhormat, karena seluruh wilayah terhormat satu bangunan fisiknya tertata dengan baik, kedua kebersihan tertata dan terpelihara dengan baik, ketiga estetikanya mulai muncul, keempat terjadi harmoni antara manusia dengan alam kelima terjadi harmoni antara pemerintah dengan rakyatnya, itulah yang disebut gemah ripah repeh rapih,” katanya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan