KARAWANG – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) bersama Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh aktif menyoroti dan mengawasi praktik pungli serta percaloan tenaga kerja di wilayah industri Karawang, termasuk dalam rangkaian kegiatan job fair dan kunjungan ke Graha Karawang International Industrial City (KIIC), Jumat (9/10/2026).
KDM mengungkapkan bahwa warga lokal sering kali dimintai uang mulai dari Rp3 juta hingga Rp15 juta oleh oknum calo dengan janji bisa bekerja di pabrik, namun kontrak kerja yang didapat kerap kali hanya bertahan satu tahun.
Untuk memutus rantai calo, Pemprov Jabar dan Pemkab Karawang mendorong sistem rekrutmen yang transparan melalui platform bursa kerja online seperti aplikasi Infoloker Karawang dan platform Nyari Gawe di Graha KIIC, agar proses pendaftaran hingga penempatan berjalan gratis.
Pemerintah daerah bersama aparat dan Satgas terkait terus memperketat pengawasan terhadap praktik percaloan, jalur “orang dalam”, serta intervensi dalam proses rekrutmen tenaga kerja di kawasan industri seperti Karawang International Industrial City (KIIC).
Melalui kesempatan job fair ini, Bupati Aep Syaepuloh menyatakan komitmen Pemkab Karawang bekerja sama dengan Pemprov Jabar untuk memperluas kesempatan kerja, antara lain melalui fasilitasi aplikasi Infoloker Karawang.
Sementara KDM mengumumkan rencana pelatihan bahasa asing (Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab) yang akan dimulai pada November 2026 di tingkat desa untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dan pekerja migran.
Pemprov Jabar juga mewajibkan calon pekerja migran mengantongi rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja setempat, guna mencegah praktik pekerja ilegal.
Dalam kegiatan tersebut, KDM juga menyoroti pentingnya transparansi proses rekrutmen industri serta memperingatkan masyarakat terhadap dugaan praktik percaloan tenaga kerja.***

