Senin, Maret 23, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi vs Aura Cinta, Soal Larangan Study Tour dan Wisuda Sekolah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi perbincangan saat dirinya berdebat dengan seorang remaja wanita asal Kabupaten Bekasi yang disebut-sebut sebagai korban penggusuran.

Diketahui, remaja yang terlihat cantik dan kritis ini belakangan diketahui bernama Aura Cinta yang tidak sependapat jika Dedi Mulyadi melarang kegiatan study tour dan wisuda sekolah.

“Kalau sekolah tanpa wisuda, semua siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, jadi kehilangan kesempatan punya kenangan,” kata sang remaja, dilansir dari tayangan YouTube Dedi Mulyadi.

“Saya tanya, di negara mana TK, SMP, SMA ada wisuda? Hanya di Indonesia. Wisuda itu seharusnya untuk mahasiswa,” balas Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

Dedi Mulyadi menyebut bahwa acara perpisahan sekolah bisa dilakukan, asal tak melibatkan pihak terkait seperti sekolah yang menekan biaya mahal.

“Gubernur itu berusaha menurunkan beban orang tua, karena sekolah sudah gratis. Kalau perlu, anak-anak ke sekolah jalan kaki atau naik sepeda, pulang sekolah jualan supaya tetap bisa bersekolah dengan hebat. Ini anak pulang motoran, rumah aja nggak punya,” balas Dedi Mulyadi lagi.

Setelah debat panjang, Dedi Mulyadi tampak kesal dengan sang remaja yang disebut-sebut sebagai korban penggusuran rumah di bantaran sungai kawasan Cikarang, Bekasi.

“Saya cuman minta keadilan aja pak,” tegas Aura.

Berita Lainnya  Warga Menangis Tagih Janji KDM dan Lurah Jujun

“Yang minta adil apa?” tanya Dedi Mulyadi.

“Waktu digusur itu nggak ada musyawarah, cuma ada Satpol PP dateng,” balas Aura.

Dedi Mulyadi dengan tegas menyindir bahwa tempat Aura tinggal di rumah lamanya milik pemerintah.

Aura yang mendengar hal tersebut langsung panik dan mengakui soal status dirinya.

“Kamu miskin nggak?,” tanya Dedi Mulyadi lagi.

“Iya saya mengakui (miskin),” jawab Aura.

“Kenapa miskin pengen hidup bergaya, sekolah harus ada perpisahan? Kenapa orang miskin nggak prihatin?,” tanya Dedi lagi.

Dedi Mulyadi lantas kembali mempertanyakan korelasi pentingnya antara mengontrak untuk tempat tinggal dengan wisuda sekolah.

Berita Lainnya  Maksiat di Bulan Suci Ramadhan, Aparat Gabungan Amankan 26 Pasangan 'Kumpul Kebo'

“Kalau buat ngontrak aja nggak punya, ngapain protes wisuda harus ada? kan logikanya harus dipakai. Hidup tuh jangan sombong gitu,” pungkas Dedi Mulyadi.

Sayangnya, video potongan debat viral tersebut menuai nyinyiran netizen, setelah penggunaan kata sombong dan miskin yang dilontarkan Dedi Mulyadi.

“Si remaja nggak seharusnya diintimidasi begitu sih,” komentar warganet.

Lebih ke menyudutkan sih daripada debat. Tapi, kayak settingan hehehehe,” sindir yang lain.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap

JAKARTA - Kasus pembunuhan tragis menimpa Dwintha Anggary, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di kawasan...

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, MAKI Kritik Keras KPK

JAKARTA  - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengkritik keras sikap KPK yang mengalihkan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. KPK dinilai...

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan