Senin, Oktober 19, 2026
Google search engine

Capaian Pendapatan Bapenda Diapresiasi, Bupati Diminta Tahan TPP ‘Pejabat OPD Pemalas’

KARAWANG – Berdasarkan catatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karawang, realisasi pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) per 30 September 2026 (triwulan ketiga) mencapai 73,15 persen. Dari target Rp2. 022.373.105.114, Bapenda berhasil membukukan per 30 September sebesar Rp1.479.382.301.225.

Kinerja tersebut diapresiasi publik, karena dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam mengoptimalkan pendapatan daerah, guna mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.

“Capaian realisasi pendapatan Bapenda patut diapresiasi. Kinerja seperti ini perlu menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi kepemimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga Sahali Kartawijaya (Kepala Bapenda) sepertinya masih layak dipertahankan,” tutur Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, S.H., M.H.

Namun demikian, Asep Agustian (Askun) menyoroti realisasi pendapatan beberapa OPD lain yang masih rendah. Bahkan sampai ada OPD yang realisasi pendapatannya baru sekitar 20,7 persen.

Berita Lainnya  SETAKAR Bersiap Demo KIIC, Desak Bongkar Pabrik yang Gunakan Lahan Hutan

“Di sini bukan hanya Bapenda yang harus menanggung semua pendapatan daerah, tapi mana OPD lainnya?. Pendapatan daerah itu bukan hanya pajak atau BPHTB saja, tapi ada yang namanya retribusi dan pendapatan lainnya. Bagaimana dengan (beban) Tunda Bayar (TB) yang belum dibayar?” tanya Askun.

Oleh karena itu, Askun meminta kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, agar pimpinan dan jajaran OPD yang malas atau tidak mau bekerja secara maksimum dalam meningkatkan PAD untuk ditahan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka.

Berita Lainnya  Ghazali Center Soroti Tumpang Tindih Ratusan Hektar Lahan KIIC dengan Kawasan Hutan

“Untuk apa pertahankan orang-orang seperti itu, TPP itu kan semestinya diberikan kalau tugas mereka tercapai,” katanya.

Askun mencontohkan pendapatan retribusi parkir yang masih ‘melehoy’. Sehingga pengelolaan retribusi parkir harus dibenahi, bila perlu diganti pengelola parkir yang tidak jelas memberikan pemasukan ke pemda.

“Kalau perlu ganti semua pengelola parkir oleh pemda, pendapatan dari retribusi parkir kan cukup besar. Disinyalir banyak pengelola parkir itu bodong, Dishub harus tegas, jangan takut sama oknum pengelola parkir. Ini negara, jangan kalah oleh premanisme. Dan kewajiban pengelola parkir adalah membayar ke pemda,” katanya.

Askun meminta ketegasan para pimpinan OPD untuk bekerja maksimum dalam capaian target pendapatan daerah yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Berita Lainnya  Soroti Kontroversi Jalan Tuparev, SOSPOLs : "Jangan Terjebak pada Dikotomi Paving Blok dan Aspal"

“Sekali lagi saya minta Bupati tahan TPP pejabat yang capaian pendapatannya jauh anjlok dari target,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan data yang diperoleh dari BPKAD Karawang, berikut realisasi capaian pendapatan OPD yang dinilai masih rendah, di antaranya :

– DPMPTSP 39,62 persen
– Dinas Perhubungan 36,33 persen
– Disperindagkopukm 34,59 persen
– Dinas PUPR 21,67 persen
– Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga 20,70 persen.***

Ket. Foto : Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh – Asep Agustian, S.H., M.H.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Belum Semenit Masuki Rumput Hijau, Tandukan Julio Cesar Langsung Bobol Gawang Persik Kediri

BANDUNG - Gol tunggal Julio Cesar pada menit ke-78 membawa kemenangan 1-0 Persib Bandung saat menjamu Persik Kediri, dalam laga pekan kelima BRI Super...

Balita 3 Tahun di Karawang Dianiaya 2 Bocah, Alat Kelamin Korban Ditusuk Sate dan Digunting

KARAWANG - Seorang balita laki-laki berusia 3 tahun berinisial MAM di Desa Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi korban perundungan dan...

Seorang Balita Menangis Sendirian Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Ayah Sampaikan Permohonan Maaf dan Minta Postingan Video Anaknya di Takedown

SEBUAH video memperlihatkan seorang balita menangis sendirian di sebuah tenda Gunung Prau di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, karena diduga sengaja ditinggalkan orangtuanya...

Laga Persita vs Persija Diwarnai Kericuhan Antarsuporter

BANTEN - Pertandingan Liga Super antara Persita Tangerang vs Persija Jakarta di Stadion Banten International Stadium (BIS), Serang, Banten, pada Sabtu, 17 Oktober 2026,...

Duel Maut Rebutan Janda, Pria di Kendal Tewas Ditangan Tetangganya Sendiri

KENDAL - Seorang pria bernama Tubari (49) tewas setelah terlibat duel tangan kosong dengan tetangganya, Rokhadi (50), di Dusun Gecos, Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan