Curanmor Tewas Diamuk Massa, Kepalanya Dilindas dengan Sepeda Motor

0

Dua pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) ditangkap sejumlah warga di Desa Tanjungsari Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Jawa Barat, Senin (10/3/2025).

Kedua pelaku yang diketahui berinisial R dan K itu kemudian menjadi amukan massa, bahkan salah satu pelaku tewas saat dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan video yang beredar, maling motor ini tidak langsung diserahkan ke pihak kepolisian. Melainkan menjadi bulan-bulanan warga. Selain diikat dengan tali, beberapa kali warga terlihat memukul salah satu pelaku dengan balok kayu di bagian kepala.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban 'Kecelakaan Maut' Truk Box Tabrak Warung di Subang

Ironisnya, aksi main hakim sendiri ini tidak hanya dilakukan warga biasa. Melainkan oleh oknum aparat kecamatan dan oknum guru honorer yang terlihat masih memakai seragam dinas.

Dalam rekaman video yang beredar luas tersebut, dua orang pria berpakaian dinas coklat tampak dengan sengaja menganiaya pelaku pencurian dengan sadis.

Seorang pria dengan mengenakan helm terlihat memegangi tali tambang yang mengikat korban (pelaku pencurian) dengan sangat kencang sambil sesekali membenarkan ikatan yang melilit ditubuhnya.

Berita Lainnya  Korban Tewas Kebakaran SPBE di Kota Bekasi Bertambah Jadi 5 Orang

Sementara seorang pria lainnya yang juga berpakaian dinas PNS nekat melindas kepala korban dengan menggunakan sepeda motor. Bahkan untuk kedua kalinya, pria itu mengerungkan-gerungkan sepeda motor ke aspal persis ke muka korban.

Aksi main hakim sendiri terhadap pelaku curanmor ini mengakibatkan salah satu pelaku berinisial K warga Dusun 5 Dongkal, Kecamatan Rengasdengklok tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Berdasarkan penelusuran awak media, Juru Tulis Desa Tanjungsari, Suganda membenarkan keterlibatan oknum pegawai kecamatan dan oknum guru honorer dalam aksi main hakim sendiri terhadap pelaku curanmor.

Berita Lainnya  Alami Luka Bakar 63% di Kebakaran SPBE Mustikajaya, Pelajar Meninggal Saat Jalani Perawatan

Namun Suganda enggan memberikan informasi lebih lanjut dan menyuruh awak melakukan konfirmasi langsung kepada pihak Pemerintah Kecamatan Cilebar.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini