Deklarasi Tolak KJA, Bu Susi Tiba-tiba Ditelpon Dedi Mulyadi

0

PANGANDARAN – Sebanyak 19 komunitas pelaku wisata di Kabupaten Pangandaran – Jawa Barat mendeklarasikan Forum Komunikasi Para Pelaku Wisata Pangandaran.

Deklarasi ini berlangsung di Susi International Beach Strip, Pamugaran, pada Rabu (13/8/2025), dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta Ketua HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata.

Forum ini menegaskan penolakannya terhadap keberadaan keramba jaring apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran.

Saat acara berlangsung, momen unik terjadi ketika Susi melakukan video call dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Saat Jeje sedang berpidato, Susi menyela sambil menunjukkan layar ponselnya kepada peserta. “Ini Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) menyapa kalian semua,” ujar Susi.

Berita Lainnya  5 Tahun Tak Ada Pembangunan, 42 Jembatan di Jabar Terancam Roboh

Salah seorang peserta langsung berteriak, “Tolak keramba jaring apung, bapa aing.”

“Kumaha Pak? Tolak cenah, tolak,” kata Susi.

Dedi menegaskan bahwa dirinya menolak 100 persen keberadaan KJA di Pantai Timur Pangandaran.

Alasan Penolakan Keramba Jaring Apung

Sekretaris forum, Iwan Sofa, menjelaskan bahwa visi misi Kabupaten Pangandaran adalah menjadi daerah tujuan wisata, yang menjadi faktor utama dalam mengembangkan ekonomi daerah.

Dari 91 km garis pantai yang dimiliki Pangandaran, hanya Pantai Pangandaran dan Batu Karas yang bisa digunakan untuk aktivitas wisata. Pantai Timur sendiri menjadi lokasi penting pengembangan wisata air.

Berita Lainnya  2 Bupati Sudah Jadi Tersangka, KPK Ingatkan Kepala Daerah Tidak Minta Jatah THR

Menurut Iwan, keberadaan KJA bertentangan dengan regulasi nasional dan perda tata ruang laut provinsi yang menetapkan Pantai Timur sebagai wilayah konservasi.

Selain mengancam ekosistem laut, KJA juga menghalangi area operasi nelayan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun.

Dampak KJA Terhadap Wisata dan Nelayan

Iwan menegaskan, KJA akan mengganggu estetika Pantai Timur, merusak daya tarik wisata, serta menghambat berbagai atraksi wisata bahari.

Selain itu, keberadaan KJA dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi nelayan tradisional karena area tangkap mereka terhalang.

“Lokasi KJA adalah jantung penggerak perekonomian masyarakat Pangandaran,” tegas Iwan.

Berita Lainnya  Bupati Rejang Lebong Minta 'Fee Proyek' untuk Kebutuhan Lebaran

Kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi akibat KJA juga menjadi kekhawatiran utama. Forum menilai, jika dibiarkan, KJA akan merusak lingkungan dan memengaruhi keberlanjutan pariwisata Pangandaran di masa depan.

Forum Komunikasi Para Pelaku Wisata Pangandaran bersama masyarakat berkomitmen menolak keberadaan KJA di Pantai Timur.

Tuntutan ini disampaikan kepada Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, untuk diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.***

Sumber : Kompas
Foto : instagram @citrapitriyami1207

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini