KARAWANG – Terkait insiden kebakaran yang menghanguskan kantor ATR/BPN Karawang pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul 22.54 WIB, Tokoh Masyarakat sekaligus Politisi, H. Toto Suripto meminta agar Kepala ATR/BPN Karawang bertanggungjawab.
Insiden kebarakan yang akan berdampak kepada administrasi dan dokumen sertifikat pertanahan warga ini, Toto meminta Kepala ATR/BPN Karawang untuk segera memastikan bahwa tidak ad warga yang dirugikan atas peristiwa ini.
Terlebih, Toto menduga masih banyaknya persoalan kepengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) warga yang sedang terjadi di Karawang.
“Kepala ATR/BPN Karawang harus bertanggungjawab atas insiden ini. dengan terbakarnya kantor tersebut, maka kepala ATR/BPN harus bertanggungjawab dengan data-data, terutama data PTSL yang belum di terima masyarakat,” tutur Toto Suripto, Kamis (15/10/2026) pagi
“Jangan sampai PTSL tersebut disalahgunakan oleh oknum mafia pertanahan untuk dijadikan syarat perpanjangan izin lokasi. Karena di Karawang banyak izin lokasi yang tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya,” timpal mantan Ketua DPRD Karawang tersebut.
Kebakaran Unsur Kelalaian atau Kesengajaan?
Disingung mengenai apakah insiden kebakaran ini karena faktor kelalaian atau Kesengajaan, Toto enggan berkomentar terlalu jauh. Yang pasti ia meminta pihak penyidik kepolisian untuk mengecek CCV, agar bisa memastikan penyebab pasti dari insiden kebakaran ini.
“Itu nanti urusannya penyidik kepolisian. Ya, tinggal diperiksa saja CCTV-nya. Yang jelas Kepala ATR/BPN Karawang harus bertanggungjawab atas insiden kebakaran ini,” tegasnya.
ATR/BPN Karawang Persilahkan Polisi Lakukan Penyelidikan
Sebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut. Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kami juga berupaya melakukan penyelamatan aset dan dokumen-dokumen pertanahan yang masih bisa diselamatkan,” ujarnya, kepada awak media di lokasi kebakaran.
Adapun terkait penyebab kebakaran, Ossy menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan sumber api maupun tingkat kerusakan di dalam gedung BPN Karawang.
Berdasarkan informasi awal dari petugas penjaga, api diduga berasal dari lantai dua. Namun, informasi tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian.
“Kami memberikan waktu dan ruang kepada kepolisian untuk menyelidiki dan melakukan investigasi agar kami tidak salah dalam memberikan keterangan,” katanya.
Ossy juga meminta masyarakat, khususnya pemilik sertifikat tanah, agar tetap tenang dan tidak panik terkait keberadaan dokumen pertanahan mereka.
Ia menjelaskan, data pertanahan tidak hanya tersimpan dalam bentuk dokumen fisik, tetapi juga tercatat dalam sistem digital Kementerian ATR/BPN. Sistem tersebut mencakup Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) dan basis data yang dikelola kementerian.
Dengan dukungan sistem digital tersebut, kementerian akan mengupayakan pengecekan serta pemulihan data pertanahan setelah penanganan kebakaran selesai.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat agar tidak panik. Kami akan memastikan pemulihan dokumen-dokumen yang dimiliki masyarakat juga dilakukan secepat mungkin,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan keberadaan data sertifikat maupun buku tanah, Ossy menyebutkan bahwa pengecekan nantinya dapat dilakukan melalui mekanisme yang akan diinformasikan oleh pihak BPN.
Meski demikian, kementerian masih membutuhkan waktu untuk memetakan dampak kebakaran dan menyusun langkah mitigasi, termasuk memastikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat tetap berjalan.
Ossy mengatakan, apabila gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang belum memungkinkan untuk digunakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang guna mencari solusi lokasi pelayanan sementara.
Langkah tersebut disiapkan agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan pertanahan meskipun terjadi gangguan akibat kebakaran.
“Kami berkomitmen agar pelayanan pertanahan tidak terhenti. Namun, kami juga memohon kesabaran masyarakat karena tentu akan ada sedikit gangguan dan hambatan akibat kejadian ini,” pungkasnya.***

